Breaking News:

Jangan Asal Kibarkan Merah Putih, Sekadar Patuhi Himbauan Pemerintah

Hal tersebut disampaikannya setelah melihat langsung pengibaran bendera merah putih di Kota Pontianak Kalimantan Barat.

Penulis: Muhammad Rokib | Editor: Try Juliansyah
TRIBUN PONTIANAK/ANESH VIDUKA
Pengibaran bendera Merah Putih 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Ketua Umum DHD BPK45 Kalimantan Barat/anggota Dewan Paripurna Nasional 45 RI yang juga sebagai peminat sejarah Kalimantan Barat,
Syafaruddin Dg Usman menyampaikan dalam pengibaran bendera merah putih jangan asal mengibarkan sekadar himbauan Pemerintah.

Hal tersebut disampaikannya setelah melihat langsung pengibaran bendera merah putih di Kota Pontianak Kalimantan Barat.

Berikut adalah penuturan lengkapnya:

Di bawah siraman hujan menghambur, jelang sore sekitar pukul 14.20 hari ini, Minggu, 1 Agustus 2021, saya (penulis) keliling Kota Pontianak, pada kesempatan ini terutama di kawasan Jalan Tanjungpura Jalan Diponegoro Jalan Gajah Mada dan Jalan Veteran.

Sudah mulai berkibar dwiwarna merah putih di depan jajaran ruko yang ada.

Ditengah Pandemi Covid-19, Gubernur Sutarmidji Beberkan Pembangunan di Kalbar Masih Tetap Berjalan

Namun tadi saya secara khusus mampir dan mengingatkan beberapa pemilik ruko yang mengibarkan bendera tak sebagaimana harusnya bendera kenegaraan ini dikibarkan.

Syukurlah, mereka tak menunggu esok lusa, dibawah guyur hujan kami sama-sama membenarkan tiang benderanya, sehingga sang pusaka dwiwarna ini berkibar gagah sebagaimana layaknya.

Hal ini tak berhenti hari ini, esok dan seterusnya, sejauh mata kami (penulis) memandang ada tiang bendera yang asal tiang saja, atau bendera yang lusuh atau ketaklayakan mengibarkan bendera Indonesia ini, tak segan dan hentinya kami akan menemui pemiliknya untuk menghimbau agar yang bersangkutan mengibarkan merah putih dengan baik dan benar.

Ini adalah lambang negara, kami berkesimpulan, apabila asal dipasang sekedar memenuhi himbauan Pemerintah saja, artinya ini melecehkan wibawa bangsa.

Bicara merah putih di Kalimantan Barat, demi tetap berkibarnya dan tegaknya sang dua warna ini di tiang pancangnya, di masa revolusi kemerdekaan dulu tak sedikit pejuang syuhada kusuma bangsa yang gugur.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved