Breaking News:

Butuh Dukungan Warga Turunkan Zona Risiko COVID-19, Wako Edi Kamtono : Kuncinya adalah Bebersamaan

Keluarnya dari dari zona merah risiko penyebaran Covid-19 menjadi zona oranye, Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono menyampaikan, bahwa tidak terlep

Penulis: Muhammad Rokib | Editor: Hamdan Darsani
TRIBUNPONTIANAK/Ramadhan
Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Untuk menurunkan zona risiko penularan Covid-19 tentu diperlukan kerja sama dengan semua pihak tak terkecuali adalah dukungan dari semua warga, Minggu 1 Juli 2021.

Hingga kini Kota Pontianak Kalimantan Barat berada di zona oranye yang mana sebelumnya sempat berada di zona merah.

Keluarnya dari dari zona merah risiko penyebaran Covid-19 menjadi zona oranye, Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono menyampaikan, bahwa tidak terlepas dari upaya bersama seluruh lapisan masyarakat hingga Pontianak turun menjadi zona oranye. 

Pihaknya terus berupaya untuk menurunkan zona risiko tersebut hingga pada zona terendah yakni hijau. 

Edi Rusdi Kamtono Sebut Terjadi Penurunan Kasus COVID-19 Sebesar 25 Persen Selama PPKM di Pontianak

"Kuncinya adalah kebersamaan karena dalam penanganan Covid-19 ini kita tidak bisa saling menyalahkan tetapi kebersamaan dan saling tolong menolong meningkatkan rasa empati," ujar Edi Rusdi Kamtono.

Menurut Edi, meskipun Pemerintah mulai dari tingkat Pusat, Provinsi hingga Kabupaten/Kota terus berupaya mengendalikan Covid-19, namun hal tersebut akan sulit tercapai, jika tanpa adanya dukungan masyarakat. 

Satu di antara bentuk dukungan masyarakat yang bisa dilakukan adalah  mematuhi protokol kesehatan. Untuk menurunkan zona risiko penularan Covid-19, di Kota Pontianak saat ini masih dalam penerapan PPKM level empat.

Dari kebijakan yang diambil tersebut, yakni menerapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level IV, dinilainya sangat berdampak pada sektor perekonomian terutama bagi para pelaku UMKM, ekonomi kreatif, pekerja non formal hingga pekerja harian yang bertumpu pada penghasilan harian.

"Oleh sebab itu kita berharap kerjasama dari semua kalangan agar PPKM ini segera berakhir sehingga perekonomian tetap bergerak tetapi aman dari Covid-19," ucapnya.

Bahkan tidak hanya itu, Edi juga menyebutkan, bahwa upaya memperluas cakupan vaksinasi juga terus dilakukan oleh pemerintah kota Pontianak.

Sebagaimana hingga saat ini cakupan vaksinasi Covid-19 di Kota Pontianak sudah mencapai 140 ribu orang atau lebih dari 30 persen dari jumlah 670 ribu warga Kota Pontianak.

Namun ketersediaan stok vaksin yang terbatas menjadi kendala dalam memperluas cakupan vaksinasi. Ketersediaan stok vaksin di daerah bergantung pada pasokan dari pemerintah pusat. Pemerintah daerah hanya sebagai pelaksana vaksinasi bagi masyarakat. 

"Sepanjang vaksin sudah masuk dan diserahkan kepada Pemerintah Kota Pontianak, maka langsung kita distribusikan kepada masyarakat," pungkasnya. (*)

(Update Informasi Seputar Kota Pontianak)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved