Breaking News:

Ahli Epidemiologi Sampaikan Masyarakat Tetap Semangat Menyongsong Tercapianya Herd Immunity

Namun sebagaimana dinyakatakan pemerintah bahwa masyarakat yang sudah melakukan vaksin tahap dua masih dapat memilki titer antibodi

Penulis: Muhammad Rokib | Editor: Try Juliansyah
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ Muhammad Rokib
Ketua tim kajian Covid-19 sekaligus ahli epidemologi Poltekkes Kemenkes Pontianak, Dr. Malik Saepudin, SKM.,M.Kes. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Ahli Epidemiologi sekaligus ketua tim kajian ilmiah Covid-19 Poltekkes Kemenkes Pontianak dan Ketua Muhmamadiyah Covid-19 Command Center (MCCC) Kalimantan Barat, Dr. Malik Saepudin SKM,M.Kes
menyampaikan, meskipun hasil penelitian Ketua Tim Uji Klinis Nasional Vaksin Covid-19 Kusnandi Rusmil yang membenarkan bahwa antibodi dalam tubuh yang dihasilkan vaksin Covid-19 Sinovac menurun setelah 6 bulan menerima vaksin dosis kedua penurunan setelah enam bulan.

Namun sebagaimana dinyakatakan pemerintah bahwa masyarakat yang sudah melakukan vaksin tahap dua masih dapat memilki titer antibodi (kekebalan) yang cukup sampai lebih dari 6 bulan dalam menghadapi serangan Covid-19.

Sehingga tidak perlu kawatir atau bahkan meminta pemberian vaksin tahap ke-3 sebagaimana yang sedang dilakukan pada tenaga medis sebagai garda terdepan melawan covid.

Bisa jadi pemerintah akan mewajibkan kepada masyarakat untuk mengikuti vaksinasi tahap ke-3 tersebut, jika mungkin ada kegagalan dalam pencapaian target 70%, kita berharap tidak terjadi karena kerja keras pemerintah sangat optimal dalam program vaksinasi masal ini.

Banyak Pasien Rujukan dari Daerah ke RS Pontianak, Sutarmidji Sebut Jadi Pemicu Peningkatan BOR

Berbeda dengan tenaga kesehatan yang diharapkan dapat terlindungi dari bahaya/tingkat resiko tinggi pemaparan dalam memberikan pelayanan Kesehatan pada bulan-bulan terakhir ini, yang disaat itu juga kita semua berharap para nakes dapat menyuntikan vaksin kepada masyarakat mencapai 70 persen pada 3 bulan ke depan.

Dengan demikian masyarakat tidak perlu mengkawatirkan tingkat penuruanan daya imunitas (titer antibodi) setelah 6 bulan, dikarenakan sekitar pada 3 bulan kedepan sekitar bulan Oktober-November 2021, jika target terpenuhi akan tercapai herd immunity (kekbelan penduduk) secara bersma-sama melawan covid-19.

Oleh karenanya masyarakat semuanya harus kompak dan sungguh-sungguh melaksnkan prokes sebagimana yang dihimbaukan oleh pemerintah, serta tentu menyegerakan masyarakat mengikuti program vaksin yang belum divaksin.

Kita harapkan semoga apa yang disampaikan oleh Gubernur Kalbar juga tercapai, yaitu pemerintah Provinsi Kalimantan Barat menargetkan pencapaian vaksin di Kota Pontianak hingga 70 persen dalam 3 bulan.

Hal tersebut dapat tercapai melalui vaksinasi massal secara konsisten dengan perkiraan dalam 40.000 orang dalam satu hari. Bahkan secara nasional Presiden Republik Indonesia, secara serentak pada 34 wilayah agar target harian vaksinasi akan ditingkatkan menjadi dua kali lipat, bisa jadi lebih cepat.

Meskipun demikian, tetaplah konsisten melaksanakan prokes dengan baik, sampai tahap terbentuknya herd immunity dan pemerintah Indonesia memgumumkan terbebasnya Indonesia dari krisis pendemi covid-19, sebagaimana di beberapa nagera asia dan eropa yang telah keluar dari krisis tersebut dan menjamin masyarakat untuk beraktivitas normal sebagaimana semula, serta menjamin sosial ekonomi rakyat yang lebih baik. (*)

(Simak berita terbaru dari Pontianak)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved