Breaking News:

Strategi Pemerintah untuk Menangani Covid-19 Gelombang Kedua

"Kenaikan kasus aktif sejumlah 31 ribu kasus dalam seminggu terakhir. Dan yang terbesar ada di Jawa dan Bali," tuturnya, pada Sabtu 31 Juli 2021.

Penulis: Viqri Rahmad Satria | Editor: Try Juliansyah
Shutterstock
Ilustrasi virus corona covid-19 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Ketua Bidang Relawan Satgas Covid-19 Nasional, Andre Rahadian menjelaskan bahwa saat ini kasus Covid-19 tertinggi masih ada di Jawa dan Bali. Hampir setiap kabupaten dan kota di sana terdapat zona merah.

"Kenaikan kasus aktif sejumlah 31 ribu kasus dalam seminggu terakhir. Dan yang terbesar ada di Jawa dan Bali," tuturnya, pada Sabtu 31 Juli 2021.

Dirinya juga memaparkan bahwa hampir semua wilayah di Kalbar sudah zona kuning. Tidak hanya itu, saat ini provinsi Kalbar menjadi satu di antara provinsi yang memiliki kasu aktif terendah.

"Bed Occupancy Rate (BOR) di Kalbar juga masih di 50-60 persen," katanya.

Sistem Penanganan Pandemi Masih Kacau, Gubernur Sutarmidji Minta Evaluasi Nasional

Kebijakan pemerintah Kalbar terkait izin masuk menggunakan tes PCR ia anggap efektif. Kendati demikian keterbatasan laboratorium untuk memproses tes PCR masih menjadi masalah utama.

"Memang untuk saat ini, ada kebijakan analisis tes PCR dilakukan secara laboratorium terpusat. Itu dikarenakan memang butuh waktu dan biaya untuk pengadaan laboratorium di daerah. Sekarang untuk provinsi juga sudah cukup banyak. Tapi kita tetap mencari terobosan agar tes PCR bisa dilakukan secara masif dan terjangkau," jelasnya.

kemudian ia juga menerangkan, saat ini peningkatan kasus aktif dua kali lipat meningkat dibandingkan Februari.

"Puncak sebelum saat ini adalah saat Natal dan tahun baru yaitu Februari, sejumlah 176 ribu kasus aktif. Sedangkan sekarang sudah tiga kali lipat, yaitu berjumlah 573 ribu kasus aktif," tuturnya.

Demikian pula, Satgas Covid-19 sedang menjalankan program isolasi terpusat. Andre mengaku, program ini bertujuan untuk mengurangi beban rumah sakit (RS) namun tetap mengutamakan kualitas pelayanan kesehatan masyarakat.

"Tingkat kematian isolasi mandiri (isoman) cukup tinggi kalau tidak dimonitor. Isolasi terpusat merupakan solusi sementara untuk mengurangi beban RS, tapi tetap memberikan pelayanan kesehatan terbaik untuk masyarakat," katanya.

Halaman
123
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved