Breaking News:

Lewat Pekka, Mahdalena Advokasi Perempuan Desa Miliki Legalitas Pernikahan

Untuk di tingkat desa pihaknya bekerjasama dengan Forum Desa, bagaimana desa membantu PEKKA mengakses perlindungan sosial bagi masyarakat di desa

Penulis: Rizki Fadriani | Editor: Try Juliansyah
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/Rizki Fadriani
Ketua Federasi Serikat Pemberdayaan Perempuan Kepala Keluarga (Pekka) Indonesia, Mahdalena, hadir dalam Bebincang Spesial "Solusi 13", yang merupakan rangkaian kegiatan HUT ke-13 Tribun Pontianak yang yang didukung PLN Kalimantan Barat, XL Axiata, EPSON, PT Well Harvest Winning (WHW), Bank Syariah Indonesia, dengan mengangkat tema "PEKKA Tempat Wanita Tangguh Bertransformasi", Sabtu 31 Juli 2021. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Ketua Federasi Serikat Pemberdayaan Perempuan Kepala Keluarga (Pekka) Indonesia, Mahdalena, hadir dalam Bebincang Spesial "Solusi 13", yang merupakan rangkaian kegiatan HUT ke-13 Tribun Pontianak yang yang didukung PLN Kalimantan Barat, XL Axiata, EPSON, PT Well Harvest Winning (WHW), Bank Syariah Indonesia, dengan mengangkat tema "PEKKA Tempat Wanita Tangguh Bertransformasi", Sabtu 31 Juli 2021.

Dalam perbincangan yang lebih kurang berjalan, selama satu jam itu, Mahdalena menjelaskan jika PEKKA merupakan organisasi ataupun wadah untuk kepala keluarga perempuan. Kebanyakan yang bergabung dalam PEKKA adalah perempuan hebat, pejuang rumah tangga, baik yang telah menjanda, lanjang dan bahkan ibu rumatangga yang suaminya tidak bekerja.

Beragam pelatihan dan program telah dilakukan PEKKA demi membantu masyarakat terutama anggotanya.

"Untuk Kubu Raya itu, ada Akademi Paradigta, kita juga ada simpan pinjam koperasi, dan pendampingan kelompok. Untuk koperasi bersifat swadaya, dari ibu-ibu. Untuk di Kubu Raya ini ada empat koperasi, yakni di Kecamatan Sungai Raya, Rasau, Kakap dan Teluk Pak Kedai. Dengan uang swadaya sendiri, jadi perputaran uang kita untuk Sungai Raya itu sudah mungkin ratusan juta," paparnya.

Ketua PPIU Kalbar Anjurkan Direktur Travel Berangkat ke Arab Saudi

Untuk di tingkat desa pihaknya bekerjasama dengan Forum Desa, bagaimana desa membantu PEKKA mengakses perlindungan sosial bagi masyarakat di desa tersebut.

Selain itu untuk program nasional, pihaknya bekerjasama untuk meningkatkan akses di program hukum. Dan membuat kabupaten-kabupaten yang ada, membuka kelas Paralegal, yang bertujuan untuk mengajarkan hukum kepada para anggotanya, agar perempuan dapat memahami ilmu hukum.

Kini PEKKA telah bekerjasama dengan Pemerintah, sehingga permasalahan yang dialami oleh perempuan di sekitar wilayah PEKKA, dapat diadvokasikan kepada Pemda dan setelah itu juga akan disuarakan ke tingkat nasional.

Peran PEKKA terhadap masyarakat sungguh besar, PEKKA di wilayah Kubu Raya bahkan telah membatu ratusan anak untuk mendapatkan akte kelahiran dengan nama kedua orang tuanya.

"Kami bekerjasama dengan Pemda Kubu Raya, Pengadilan Agama, KUA, dan Disdukcapil untuk melakukan sidang isbat nikah, untuk bekerja sama melakukan pelayanan terpadu. Sehingga di akte anak dapat tercantum nama kedua orang tua, mengingat jika tidak ada buku nikah maka hanya akan tercantum nama ibu tanpa nama ayah," jelasnya.

Awal mula bergabung bersama PEKKA di tahun 2007, Mahdalena merasa masih kebingungan hingga ia merasakan manfaat PEKKA yang perlahan merubah hidup dan keluarganya.

Inilah yang membuatnya tak berhenti berproses untuk membantu teman-temannya, hingga ia dipercayai sebagai Ketua Federasi Serikat Pemberdayaan Perempuan Kepala Keluarga (Pekka) Indonesia.

"Terdapat kepuasan tersendiri bisa membantu teman-teman," ungkapnya bersuka cita. (*)

(Simak berita terbaru dari Pontianak)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved