Breaking News:

Jaksa Sudah Terima Dua SPDP Kasus Penganiayaan di Pontianak

untuk kasus ini yang ada dua laporannya, pihaknya juga sudah siapkan jaksa penuntut umum (JPU) satu diantaranya saya juga terlibat sebagai JPU.

Penulis: Hadi Sudirmansyah | Editor: Try Juliansyah
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/Hadi Sudirmansyah
Rekontruksi kasus penganiayaan di Pontianak 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Kejaksaan Negeri (Kejari )Pontianak telah menerima dua Surat Pemberitahuan Di Mulainya Penyelidikan (SPDP) kasus penganiayaan yang melibatkan dua orang kakek yang terjadi di kawasan pasar tengah Pontianak kota

Bahkan kasus penganiayaan yang melibatkan dua pria yang telah berusia lebih dari 60 tahun ini dan berujung saling lapor ini, untuk perkembangan kasusnya sudah ada pelimpahan berkas.

Kepala Seksi Pidana Umum (Kasipidum) Kejari Pontianak Aji Satrio Prakoso membenarkan kasus penganiayaan yang melibatkan dua orang pria yakni Gori Gunardi alias Ahong (60) owner Hotel G Pontianak dan The Khoen Nam alias Anam (74) seorang pengusaha Garam.

"Kedua belah pihak saling buat Laporan, kita sudah terima SPDP, dan bahkan sudah ada berkas juga kita terima dari penyidik kepolisian, dan terakhir SPDP hari Kamis kemarin kita terima,"kata Kasipidum Aji pada Sabtu 31 Juli 2021.

Polresta Pontianak Gelar 2 Versi Rekonstruksi Dugaan Penganiayaan Di Jalan Sultan Muhammad Pontianak

Dikatakannya lagi, untuk kasus ini yang ada dua laporannya, pihaknya juga sudah siapkan jaksa penuntut umum (JPU) satu diantaranya saya juga terlibat sebagai JPU.

"Dalam perkara ini kita minta kepada penyidik untuk siapkan saksi yang melihat, baik itu dari jauh dan juga dari jarak dekat,"ungkap Kasidpidum Kejari Pontianak

Selanjutnya, saat ini kita sedang meneliti berkas perkara yang sudah masuk, sambil proses hukum ini berjalan dan sesegera mungkin jika sudah lengkap akan kita limpah ke Pengadilan Negeri Pontianak.

Seperti di ketahui penyidik Satreskrim Polresta Pontianak menggelar dua rekonstruksi dengan dua versi yakni terkait kasus Penganiayaan yang terjadi di Kawasan Pasar tengah di Jalan Sultan Muhammad, Kecamatan Pontianak Selatan Kota Pontianak, Jumat 30 Juli 2021 kemarin

Kasus penganiayaan yang kontroversial hanya gara-gara parkir mobil yang melibat dua kakek saling lapor ke pihak kepolisian resor kota Pontianak ini sebenarnya pada 16 Juli 2021 sekira pukul 08.30 WIB lalu, akibatnya Ahong menderita luka bagian kepala akibat terkena pukulan benda tumpul mirip senjata pistol milik Anam sehingga harus mendapatkan perawatan medis di RS Bhayangkara Biddokes Polda Kalbar

Ahong melaporkan Anam pada tanggal 16 Juli tersebut, dan Anam melaporkan balik Ahong pada 22 Juli 2021 ke Polresta Pontianak., Akhirnya kedua saling lapor mengaku jadi korban dan keduanya juga telah ditetapkan kepolisian jadi tersangka. (*)

(Simak berita terbaru dari Pontianak)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved