Breaking News:

Kartiyus Beberkan Pencapaian Target RAD Pangan dan Gizi di Kabupaten Sintang

Kartiyus menyebut ada 11 indikator untuk mengukur keberhasilan pencapaian ketahanan pangan dan gizi di Kabupaten Sintang, di antaranya adalah produksi

Penulis: Agus Pujianto | Editor: Rivaldi Ade Musliadi
TRIBUNPONTIANAK/ISTIMEWA
Kepala Badan Perencanaan Pembanguman Daerah (Bappeda) Kabupaten Sintang, Kartiyus membeberkan Pencapaian target Rencana Aksi Daerah (RAD) Pangan dan Gizi mulai dari tahun 2016 hingga 2021. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SINTANG - Kepala Badan Perencanaan Pembanguman Daerah (Bappeda) Kabupaten Sintang, Kartiyus membeberkan
Pencapaian target Rencana Aksi Daerah (RAD) Pangan dan Gizi mulai dari tahun 2016 hingga 2021.

Menurut Kartiyus, evaluasi pencapaian RAD Pangan dan Gizi sebagai bahan pemerintah dalam menyusun rencana aksi untuk tahun 2021-2026 mendatang.

"Soal stunting, kita sudah rencanakan berbagai kegiatan sejak 2016, dan intervensi stunting dari pemerintah pusat baru dilakukan 2017. Kita malah duluan merencanakan penurunan angka stunting," kata Kartiyus, Jumat 30 Juli 2021.

Kartiyus menyebut ada 11 indikator untuk mengukur keberhasilan pencapaian ketahanan pangan dan gizi di Kabupaten Sintang, di antaranya adalah produksi padi yang terus mengami kenaikan.

Tahun 2018 produksi padi di Kabupaten Sintang mencapai 56. 375 ton per tahun. Tahun 2019 naik menjadi 79. 364 ton, dan tahun 2020 naik lagi menjadi 86. 905 ton.

SOSOK Herry Syamsuddin Awali Karir Jadi Guru Olahraga, Hingga Jabat Ketua DPRD Kabupaten Sintang

"Pemkab Sintang memasang target tahun 2021 ini produksi padi mencapai 93. 606 ton," ujar Kartiyus.

Produksi jagung tahun 2018 mencapai 5.722 ton, naik menjadi 7. 993 ton pada 2019. Lalu, pada tahun 2020 mencapai 9. 342 ton dan Pemkab Sintang menargetkan tahun 2021 hanya 3. 621 ton saja disebabkan situasi pandemi.

"Produksi kedelai tahun 2018 mencapai 83,4 ton, tahun 2019 mencapai 83.9 ton, tahun 2020 mencapai 4,9 ton dan target 2021 adalah 904 ton," bebernya.

Menurut Kartiyus, ada 5 pilar substansi yang menjadi tanggungjawab OPD yang ada dalam kelompok kerja. Mulai dari prioritas pelayanan kesehatan dan gizi berkelanjutan pada periode emas kehidupan, peningkatan aksesibilitas pangan di tingkat rumah tangga pada wilayah sangat rawan pangan dan rawan pangan melalui pengembangan desa mandiri pangan.

"Penerapan standar keamanan pangan berdasarkan kajian resiko dan meneruskan teknologi inovatif, penerapan prilaku hidup bersih dan sehat, serta peningkatan kemitraan dan kerjsama multi sektor dalam lembaga nasional pangan,” jelasnya. (*)

(Simak berita terbaru dari Sintang)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved