Breaking News:

Tangisan Histeris Dua Anak di Teras ! Ibu Mereka Meninggal Tak Wajar di Kamar Mandi

Seorang ibu rumah tangga ditemukan meninggal dunia dengan seutas tali di lehernya. Ibu dua anak berinisial NJ, warga Desa Mensulung Bio, Kecamatan Ser

Penulis: Agus Pujianto | Editor: Hamdan Darsani
TRIBUNPONTIANAK/ISTIMEWA
Kapolsek Serawai, AKP M Rasyid mendatang lokasi penemuan mayat diduga korban gantung diri di Desa Mensulong Bio. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID,SINTANG - Seorang ibu rumah tangga ditemukan meninggal dunia dengan seutas tali di lehernya. Ibu dua anak berinisial NJ, warga Desa Mensulung Bio, Kecamatan Serawai, Kabupaten Sintang, diduga bunuh diri di kamar mandi.

Jasad NJ ditemukan pertama kali oleh Dewan, serta dua anak korban pada Selasa, 27 Juli 2021, pukul 21.30 malam.

Ditemukannya NJ gantung diri di kamar mandi bermula saat Dewan mendengar tangisan dua anak korban di teras rumah.

"Sepulang dari nonton, saksi mendengar dua orang anak korban sedang menangis di teras rumah korban. Saksi kemudian menanyakan kepada anak korban kenapa menangis dan kemudian anak korban mengatakan sedang mencari ibunya (korban) di rumah akan tetapi tidak ada," kata Kapolres Sintang, AKBP Ventie Bernard Musak, melalui Kasubag Humas Iptu Hariyanto, Kamis 29 Juli 2021.

BREAKING NEWS - Ketua DPD Partai Nasdem Sintang Herry Syamsuddin Tutup Usia

Kepada Dewan, anak korban menceritakan bahwa kamar mandinya terkunci dari dalam. Penasaran, Dewan dan Daring lalu mencari keberadaan korban ke kamar mandi tersebut dan ditemukan kondisi korban sudah tidak bernafas dalam posisi tergantung dengan seutas tali. 

"Saksi tidak berani menurunkan korban, selanjutnya pada pukul 21.50 Wib saksi memberitahukan kepada warga lain untuk membantu menurunkan korban dan memindahkan ke ruang tamu," ujar Hariyanto.

Pada hari Rabu pagi, Kapolsek Serawai bersama petugas medis dari Puskesmas Serawai mendatangi TKP bunuh diri di Desa Mensulung Bio, Kecamatan Serawai, Kabupaten Sintang. Jarak tempuh ke lokasi kejadian sekitar 5 jam dari pusat kecamatan serawai mengguanakn perahu.

Kapolsek Serawai, AKP Muhammad Rasyid tidak sendiri, dia bersama dengan Brigadir Alexius Horong, Brigadir Iis Suprapto membawa serta dr. Alhadi Pratama,

Menurut Kapolsek, pada saat kejadian korban bunuh diri, posisi suami korban sedang bekerja diluar kampung dari tanggal 25 Juli 2021 dan tidak memungkinkan untuk pulang ke rumah setiap selesai bekerja sehingga suami korban menginap ditempat kerja.

"Berdasarkan hasil pemeriksaan fisik oleh petugas medis Puskesmas Serawai bahwa tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan fisik ataupun luka-luka pada tubuh korban sehingga disimpulkan bahwa penyebab kematian korban murni karena bunuh diri," ujar Kapolsek. (*)

(Update Informasi Seputar Kabupaten Sintang)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved