Breaking News:

BPBD Ketapang Laksanakan Sejumlah Persiapan Antisipasi Karhutla

Untuk itu, Yunifar menegaskan, pihaknya bersama instansi terkait akan terus melakukan patroli untuk pencegahan Karhutla di Ketapang.

Penulis: Nur Imam Satria | Editor: Try Juliansyah

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, KETAPANG - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat, terus melakukan langkah antisipasi terjadinya Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di wilayah rawan terjadinya kebakaran.

Hal itu menyusul diperkirakan akan masuknya musim kemarau di sejumlah daerah di Indonesia termasuk di Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat.

Kepala BPBD Ketapang Yunifar mengatakan, dalam mengantisipasi terjadinya bencana Karhutla di wilayahnya, pihaknya telah melaksanakan beberapa persiapan seperti berkoodinasi dengan BMKG Ketapang mengenai prakiraan cuaca.

"Walaupun saya liat di media nasional dua hari yang lalu itu sudah 72 persen di wilayah Indonesia sudah terjadi kemarau atau Karhutla," kata Yunifar, Rabu 28 Juli 2021.

Cegah Covid-19, Personel Polres Ketapang Semprotkan Disinfektan di Jalan Raya dan Pasar

Selain berkoodinasi dengan BMKG, lanjut Yunifar, pihaknya juga sudah menurunkan armada daratnya berupa alat pemadam agar diuji cobakan untuk melihat kesiapsiagaan armada tersebut dalam mengantisipasi jika terjadi Karhutla.

"Bertempat di kantor Manggala Agni, kita juga akan mengadakan diskusi terbatas yang turut dihadiri oleh pihak TNI-Polri, kehutanan, BMKG dan lainnya untuk membahas pencegahan Karhutla tahun 2021," tandasnya.

Lebih lanjut, Yunifar mengungkapkan di Kabupaten Ketapang sempat terpantau adanya titik panas (hotspot) di beberapa tempat. Namun setelah dikroscek oleh timnya ke lapangan, pihaknya tidak menemukan titik api di lokasi tersebut.

"Yang jelas sejak dua hari lalu, Pusdalops kami bersama tim TRC sudah melakukan pemantauan di wilayah utara dan selatan yang dapat kami jangkau kaitan tentang Karhutla ini," ungkapnya.

Untuk itu, Yunifar menegaskan, pihaknya bersama instansi terkait akan terus melakukan patroli untuk pencegahan Karhutla di Ketapang.

"Tidak hanya kami, namun pihak desa juga sudah melakukan pemantauan. Apel siap siaga juga sudah kita gelar termasuk kesiapan sarpras. Intinya kita terus berkoordinasi," pungkasnya.

Terpisah, Kepala Badan Metereologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Ketapang Heru Sukoco mengatakan Kabupaten Ketapang masih termasuk ke dalam wilayah yang masih mengalami musim hujan.

Dari monitoring hari tanpa hujan berturut-turut, kata Heru, wilayah Kabupaten Ketapang berada pada klasifikasi sangat pendek yakni hari tanpa hujan berada pada rentang 1 - 5 hari.

"Kesimpulannya Ketapang masih mengalami musim hujan pada dasarian II Juli 2021," ujar Heru. (*)

(Simak berita terbaru dari Ketapang)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved