Breaking News:

Cuaca Panas, BPBD Sebut Singkawang Berpotensi Karhutla, Manggala Agni Temukan Satu Hotspot

Tim-nya kemudian menggunakan kendaraan roda dua untuk menempuh jarak kurang lebih 8,5 Km dengan waktu sekitar dua jam untuk tiba di lokasi

Penulis: Rizki Kurnia | Editor: Try Juliansyah
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/Istimewa
Anggota Manggala Agni Kalimantan IX/Singkawang saat meninjau lokasi lahan bekas terbakar di Kecamatan Singkawang Timur. Minggu 25 Juli 2021. /Istimewa 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SINGKAWANG - Kepala Seksi Kesiapsiagaan Bencana BPBD Kota Singkawang, Jayadi mengatakan cuaca yang cukup panas dalam dua pekan belakangan berpotensi menyebabkan terjadinya Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di wilayah Kota Singkawang.

Mengantisipasi hal tersebut agar tidak terjadi, Jayadi mengatakan, sejak Maret 2021 lalu, pihaknya sudah menyebar spanduk di daerah-daerah yang rawan dengan Karhutla dan menggelar Rakor Karhutla serta membangun posko Karhutla di Kantor BPBD Singkawang.

Meski dilanda cuaca panas, Jayadi mengungkapkan, Kota Singkawang saat ini masih masuk kategori aman dari Karhutla. Ia lantas bersyukur dengan kondisi tersebut.

"Alhamdulilah, Kota Singkawang sampai sejauh ini masih aman dan terkendali," syukurnya, Rabu 28 Juli 2021.

Gencar Lakukan Tracing dan Tracing, Pemkot Singkawang Berencana Rekrut Relawan

Sementara itu, sebuah titik api atau hotspot sempat ditemukan oleh tim Manggala Agni Kalimantan IX/Singkawang bersama Polsek Singkawang Timur di wilayah Kecamatan Singkawang Timur.

Kepala Daerah Manggala Agni Kalimantan IX/Singkawang, Yuyu Wahyudin mengatakan, munculnya hot spot tersebut berdasarkan hasil monitoringnya pada Minggu 25 Juli 2021 kemarin.

"Berdasarkan monitoring kami pada hari Minggu kemrin, tepatnya di Kelurahan Pajintan, Kecamatan Singkawang Timur terpantau satu titik hotspot atau Confiden Medium pada hari Sabtu 24 juli 2021," katanya.

Tim-nya kemudian menggunakan kendaraan roda dua untuk menempuh jarak kurang lebih 8,5 Km dengan waktu sekitar dua jam untuk tiba di lokasi titik api tersebut.

Di dekat Hotspot Confiden Medium tersebut tepatnya di Titik Nol Hotspot, pihaknya menemuka sebuah lahan bekas terbakar dengan kondisi api telah padam.

"Adapun luas lahan yang terbakar, adalah sekitar 1 Hektare, dengan vegetasi yang terbakar berupa pohon akasia, resam pohon sawit dan semak belukar dengan kondisi tanah mineral," jelasnya.

Ia mengimbau masyarakat untuk bersama-sama mencegah terjadinya kebakaran hutan dan lahan, terlebih di cuaca panas seperti ini karena berpotensi menyebabkan kebakaran yang lebih luas. (*)

(Simak berita terbaru dari Singkawang)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved