Breaking News:

Arab Saudi Akan Buka Perjalanan Umroh, Kemenag Kalbar Tunggu Kebijakan dari Syarat Perjalan Umroh

Maka dari itu, kebijakan karantina tersebut masih dibicarakan, karena kalau harus karantina 14 hari di negara ketiga akan susah sekali dan menyusul

Penulis: Anggita Putri | Editor: Try Juliansyah
TRIBUNPONTIANAK/SEPTI DWISABRINA
Kemenag Provinsi Kalimantan Barat,, KH Syahrul Yadi. 

“Jadi satu masalah lagi adalah terkait vaksin sedangkan jenis vaksin sinovac di Arab Saudi tidak mau. Kita juga tidak tau faktornya apa mungkin dilihat dari berbagai tinjauan. Sedangkan kita diisini banyak yang sudah suntik vaksin gunakan sinovac,”ungkapnya.

Ia mengatakan sejauh ini calon jemaah umroh di Kalbar yang gagal berangkat umroh dari ada 10 travel sebanyak 577 orang.

“Itu data yang sudah kita terima. Dimana ada 577 orang calon jemaah umroh yang batal berangkat pada dua tahun terkahir,”ujarnya.

Namun dengan adanya kebijakan pemerintah ini tentu akan membangkitkan semangat kembali.

“Tapi tentunya dalam situasi seperti ini jangan sampai kita abai dan lalai . Jangan sampai demi melaksnaakan umroh, tapi mengorbankan hal lainnya yang juga harus kita fikirkan,”ujarnya.

Ia mengatakan saat ini karena memang masih dilakukan negosiasi. Maka pemerintah daerah masih menunggu kebijakan final dari Arab Saudi untuk membuka perjalanan umroh.

“Jadi kita tidak bisa menyalahkan pihak travel. Jadi kalau dibuka yang batal berangkat akan tetap menjadi prirotas,”pungkasnya. (*)

(Simak berita terbaru dari Kalbar)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved