Olimpiade Tokyo

Profil Apriyani Rahayu, Kilas Balik Masa Kecil Wanita Tomboy yang Menjadi Ganda Putri Indonesia

berawal bermain dengan raket terbuat dari papan di halaman rumah, sang ayah yang tak tega pun akhirnya membelikan raket murahan untuk Apri saat

.
Greysia Polii (tengah) dari Indonesia menyaksikan Apriyani Rahayu dari Indonesia melakukan pukulan dalam pertandingan penyisihan grup bulu tangkis ganda putri melawan Lee Meng Yean dari Malaysia dan Chow Mei Kuan dari Malaysia selama Olimpiade Tokyo 2020 di Musashino Forest Sports Plaza di Tokyo pada 24 Juli, 2021. Alexander NEMENOV / AFP 

Kegemarannya bermula dari menonton tayangan pertandingan bulutangkis di layar televisi.

Hasil Pertandingan Toyota Thailand Open 2021 Greysia Polii/Apriyani Rahayu Melaju Semifinal

Ia mulai memperlihatkan prestasinya pada kelas 5 ketika berhasil mencapai final kompetisi O2SN walaupun harus kalah pada akhirnya.

Saat itu ia bertekad untuk berlatih lebih giat dan memenangkan kompetisi yang sama pada kelas 6 SD. Ia pun berhak untuk datang ke Jakarta dan bertanding di sana.

Dikutip juga dari Majalah Bulutangkis, berawal bermain dengan raket terbuat dari papan di halaman rumah, sang ayah yang tak tega pun akhirnya membelikan raket murahan untuk Apri saat ia masih duduk di bangku sekolah tersebut.

Untuk menyalurkan kesukaannya, Apripun mulai berlatih di sebuah gedung bulutangkis yang tak jauh dari kediamannya.

Ia mulai diajarkan cara bermain bulutangkis yang benar oleh pelatih Sapiuddin yang masih ada hubungan keluarga.

HASIL BWF World Tour Finals 2020 - Greysia Polii/Apriyani Rahayu Menang Mudah & Peluang Ahsan/Hendra

Beberapa tahun lalu sang pelatih sempat berguru di Sekolah Atlet Ragunan, Jakarta.

Setelah kembali ke kampung halaman, Sapiuddin pun menularkan ilmu yang dimilikinya kepada anak-anak di kampungnya termasuk Apriani.

Apriyani sendiri bergabung dengan pelatnas pada Januari 2017, tetapi sudah dipanggil untuk bergabung sejak 2014 dan 2015.

Namun karena ia masih membela Klub Pelita Bakrie, sehingga ia belum datang ke Cipayung, Jakarta Timur.

Barulah ketika pindah ke Klub Jaya Raya pada 2015 ia bergabung dengan pelatnas di Cipayung.

Apriyani sejak kecil sudah dikenal tomboy. Karena memiliki kakak laki-laki, mentalnya sudah terlatih sejak kecil untuk tidak gampang menyerah pada keadaan.

Walaupun orangtua Apriyani sempat di masa-masa sulit, tidak menyurutkan keinginan anaknya untuk mengikuti pertandingan-pertandingan.

Bahkan diketahui, sang ayah juga sempat meminjam uang untuk membeli keperluan tanding sang anak.

Halaman
123
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved