Breaking News:

Suarakan Aspirasi Masyarakat Pontianak, Bebby Nailufa Harap PPKM Tidak Diperpanjang

Wakil Ketua Komisi III DPRD Kota Pontianak, Bebby Nailufa  menyampaikan bahwa dirinya banyak menerima aspirasi dari masyarakat, baik masyarakat umum m

Penulis: Muhammad Rokib | Editor: Hamdan Darsani
TRIBUNPONTIANAK/File Tribun
Wakil Ketua Komisi II DPRD Kota Pontianak, Bebby Nailufa. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Anggota DPRD Kota Pontianak, Bebby Nailufa  menyampaikan bahwa dirinya banyak menerima aspirasi dari masyarakat, baik masyarakat umum maupun pelaku usaha yang terdampak oleh pandemi covid-19 dan penerapan PPKM di Kota Pontianak Kalimantan Barat.

Berangkat dari aspirasi yang diterimanya itu, Nailufa berharap agar PPKM di Kota Pontianak tidak diperpanjang, Minggu 25 Juli 2021.

"Saya berharap PPKM ini tidak dilanjutkan. Karena itu adalah aspirasi dari masyarakat. Bagaimana pun saya selaku wakil rakyat tentunya menyuarakan aspirasi dari masyarakat walaupun kita tetap mendukung program pemerintah," ujar Nailufa.

"Ini tentunya dilema di satu sisi masyarakat menginginkan PPKM diakhiri, tetapi kita juga ingin berdamai dengan Covid-19 dan program pemerintah terkait vaksinasi untuk meningkatkan imunitas tubuh, itu terus digiatkan," imbuhnya.

PPKM Ketat Resepsi Pernikahan Diperbolehkan, Bebby Nailufa : Harus Ada Toleransi

Dari sekian banyak masyarakat yang menyampaikan aspirasi kepadanya, ia pun merasa sangat prihatin dengan kondisi masyarakat saat ini.

"Banyak masyarakat yang mengeluhkan dan saya turut prihatin, karena bagaimanapun kita sebagai wakil dari mereka harus tetap punya rasa kemanusiaan. Karena jangankan dari cafe-cafe, tapi dari skala konfeksi, kemudian tukang jahit itu juga berpengaruh, karena orang atau pelanggannya menahan diri untuk tidak melakukan transaksi dengan mereka," kata ketua DPD Partai Golkar Kota Pontianak ini.

"Pelanggan-pelanggan mereka tetap di rumah, sehingga banyak yang berkomunikasi dengan saya untuk terus menyuarakan bagaimana mendorong pemerintah supaya PPKM ini diakhiri. Namun tetap dengan protokol kesehatan secara ketat," pesan Nailufa.

Selain itu, dalam hal ini, dirinya juga memberikan saran kepada Pemerintah. Jikapun PPKM tidak diperpanjang, namun untuk program vaksinasi covid-19 agar terus gencar dilakukan untuk meningkatkan imunitas tubuh masyarakat lebih kuat sehingga tidak mudah tertular virus covid-19.

Bahkan tidak hanya itu, ia juga meminta stok atau ketersediaan tabung oksigen maupun obat-obatan harus tersedia, lantaran saat ini menjadi kebutuhan utama bagi masyarakat khususnya bagi yang terkonfirmasi positif covid-19.

Edi Rusdi Kamtono Sebut Terjadi Penurunan Kasus COVID-19 Sebesar 25 Persen Selama PPKM di Pontianak

"Menggiatkan vaksin, karena ketika vaksin sudah mencapai 80 persen ini imunitas tubuh masyarakat cukup baik, dan menyiapkan obat-obatan, karena itu adalah salah satu kebutuhan pokok saat ini. Oksigen dan obat obatan jangan sampai langka di Kota Pontianak. Ini cara kita untuk melawan covid-19," pesannya.

Kemudian, ia juga mengajak kepada pemerintah dan masyarakat untuk mengedukasi dan mendorong para alumni yang pernah terkena covid-19 untuk mendonorkan plasma darahnya kepada yang terkonfirmasi Positif Covid-19. Sehingga dikatakannya bisa membantu kepada yang terpapar covid-19.

"Dengan itu sehingga kita bisa berdamai dengan Covid-19. Itu harapan kita kedepan dan semangat dari kita semua apalagi anak muda untuk mendukung program yang baik ini," pungkasnya. (*)

(Update Informasi Seputar Kalimantan Barat)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved