Breaking News:

Pertanyakan Efektifitas PPKM Jilid Dua, Ahli Epidemiologi Berikan Paparan Lengkap

Ahli Epidemiologi sekaligus ketua tim kajian ilmiah Covid-19 Poltekkes Kemenkes Pontianak dan Ketua Muhmamadiyah Covid-19 Command Center (MCCC) Kalima

Penulis: Muhammad Rokib | Editor: Hamdan Darsani
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ Muhammad Rokib
Ketua tim kajian Covid-19 sekaligus ahli epidemologi Poltekkes Kemenkes Pontianak, Dr. Malik Saepudin, SKM.,M.Kes. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Ahli Epidemiologi sekaligus ketua tim kajian ilmiah Covid-19 Poltekkes Kemenkes Pontianak dan Ketua Muhmamadiyah Covid-19 Command Center (MCCC) Kalimantan Barat, Dr. Malik Saepudin SKM,M.Kes menyampaikan, bahwa masih banyak yang mempertanyakan PPKM jilid dua.

Sebagaimana ia sampaikan, bahwa Pemerintah telah menerapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan PPKM Darurat jilid dua semoga membawa perubahan ke lebih baik.

Berikut adalah penuturan lengkapnya :

Sejalan dengan perubahan namanya yakni PPKM level 4 untuk Pontianak- Singkawang 2021, sesuai Instruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 22 Tahun 202. 

Hal ini didasarkan pada tingkat ketertularan virus Covid-19 di Ibu Kota Provinsi Kalbar ini masih cukup tinggi dan tingkat keterisian tempat tidur atau Bed Occupancy Rate (BOR) diatas 80 persen. Eksponensialnya naik tajam, kemudian BOR di atas 80 persen, kemudian kasus meninggal dan tingkat kesembuhan yang rendah.

Edi Rusdi Kamtono Sebut Terjadi Penurunan Kasus COVID-19 Sebesar 25 Persen Selama PPKM di Pontianak

Hal tersebut dialami secara merata di wilayah Indonesia, kasus harian bahkan kembali naik melebihi angka 50.000 kasus, tepatnya 54.517 kasus, sehingga Indonesia menjadi 5 negara dengan jumlah kasus tertinggi di dunia yaitu di atas Brazil, Spanyol, India dan Inggris. 

Berdasarkan data terbaru dari Satgas Covid-19, Rabu 14 Juli 2021 Daerah penyumbang kasus harian tertinggi masih didominasi di pulau jawa sekitar 37.000, (68%), khusunya DKI jakarta tertinggi, kepulauan sumatra oleh Riau dan P. kalimantan, kaltim dan Kalbar, dan Nusa tenggara barat, Sehingga sebagian besar pada wilayah tsb, dilaksankan penrapan PPKM Mikro Darurat untuk menekan laju peningkatan kasus dan kematian akibat Pandemi Covid-19.

Ada bebrapa faktor penting yang membuat lonjakan kasus Covid-19 sehingga Kota Singkawang dan Kota Pontianak Zona Merah. 

Faktor tersebut uatamnya yaitu ketidak patuhan masyarakat dalam penerapan protokol kesehatan di himbauan PPKM, barang kali hal karena minimnya pengetahuan masyarakat dan tingkat kejenuhan masyarakat, serta kebijakan yang dianggap membingungkan, maka bepengaruh terhadap ketidak patuhan kolektif. 

(Update Informasi Seputar Kalimantan Barat)

Halaman
123
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved