Breaking News:

YBM UPDK Kapuas Berikan Bantuan Korban Banjir di Bengkayang

pengurus YBM unit pelaksana sendiri yang akan mengelola dan menyalurkan dana ini untuk kepentingan umat yang berada di wilayah kerjanya

Editor: Nina Soraya
Tribunpontianak.co.id/Istimewa
Tim YBM PLN menyalurkan bantuan kepada warga yang terdampak bencana banjir di Sanggau Ledo, dan Lemukutan, Kabupaten Bengkayang. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, BENGKAYANG - Ketua Yayasan Baitul Maal (YBM) UPDK Kapuas, Sajid Mustaqim mengungkapkan, pihaknya memiliki program unggulan memberikan bantuan kemanusiaan untuk korban terdampak bencana.

Terbaru, pihaknya menyalurkan bantuan kepada warga yang terdampak bencana banjir di Sanggau Ledo, dan Lemukutan, Kabupaten Bengkayang.

“Kita memberikan bantuan pangan atau bantuan sembako untuk warga yang terdampak bencana. Seperti contoh beberapa waktu yang lalu, ada bencana banjir di Sanggau Ledo, Bengkayang. Kemudian, di Pulau Lemukutan kita menyalurkan bantuan ke sana,” ucapnya, di UPDK Kapuas, Jalan Adisucipto, Kubu Raya, pada Kamis 22 Juli 2021. 

Hadapi Pandemi, PLN UPDK Kapuas ULPLTUD Sei Raya Komitmen Pastikan Pasokan Listrik Aman

Sajid menjelaskan, Yayasan Baitul Maal (YBM) dahulunya bernama LAZIS PLN merupakan sebuah program yang dibentuk oleh PLN dan disahkan pada tahun 22 Desember 2016.

YBM dibentuk dengan tujuan untuk ntuk menghimpun dana zakat, infak, shodaqoh, dan wakaf (ZISWAF) dari rekan – rekan pegawai PLN.

YBM PLN UPDK Singkawang Bantu Biaya Sekolah Siswa SD-SMA dan Santunan Guru Mengaji

 “Pada akad awalnya teman-teman pegawai diminta persetujuan untuk dipotong penghasilannya sebesar 2,5 persen dari penghasilan yang diterima. Kemudian dana yang telah dipotong akan dikumpulkan untuk kemudian dikembalikan lagi kepada pengurus YBM di masing-masing unit pelaksana. Kemudian pengurus YBM unit pelaksana sendiri yang akan mengelola dan menyalurkan dana ini untuk kepentingan umat yang berada di wilayah kerjanya berdasarkan Program kerja yang telah dibuat di awal tahun,” ungkapnya.

PLN UPDK Kapuas Ambil Peran Jaga Keberlangsungan Pelestarian Lingkungan Hidup

Oleh Manajemen PLN Penyaluran dana ini diterangkan, diniatkan sebagai zakat penghasilan.

“Namun ada juga dari beberapa karyawan yang tidak menyetujui syariat tentang adanya zakat penghasilan, sehingga meniatkannya pada akad awal saat menyetujui pemotongan pengahasilan diniatkan sebagai sedekah atau infak,” jelasnya.

 Penghimpunan dana ini diperuntukkan kepada delapan asnaf seperti  fakir, miskin, muallaf, amil, gharim, Riqab, Ibnu sabil dan fisabilillah. Ia menjelaskan, delapan golongan asnaf ini kemudian dikelompokkan menjadi 5 program pendistribusian, di antaranya  Sosial kemanusiaan, Kesehatan, pendidikan, dakwah, dan  ekonomi.

Penyaluran bantuan untuk korban bencana banjir di Pulau Lemukutan.
Penyaluran bantuan untuk korban bencana banjir di Pulau Lemukutan. (Tribunpontianak.co.id/Istimewa)

Selain bantuan bagi korban bencana bencana alam, YBM juga turut membatu bagi saudara-saudara yang sakit dan mengalami kekurangan biaya. “Insya Allah jika dana kita memadai kita salurkan,” ucapnya.

 Program bantuan juga diberikan bagi pihak-pihak yang mengajukan proposal pembangunan masjid atau pondok pesantren (ponpes).

Namun demikian, Sajid mengakui sementara waktu belum semua pegawai bersedia penghasilannya dipotong sebesar 2,5 persen untuk dihimpun oleh Yayasan Baitul Maal PLN. “Arahan dari manajemen pusat diberikan pilihan bagi pegawai,” jelasnya.

Kegiatan penyerahan bantuan bagi korban bencana oleh YBM PLN UPDK.
Kegiatan penyerahan bantuan bagi korban bencana oleh YBM PLN UPDK. (Tribunpontianak.co.id/Istimewa)

Kata Sajid, terdapat perbedaan pandangan dari pegawai yang belum bersedia dipotong karena arahan dari perusahaan pemotongan diniatkan sebagai zakat penghasilan semantara mereka berpendapat di dalam syariat tidak ada zakat penghasilan atau zakat maal jika belum mencapai nisab (jumlah) dan haulnya (waktu). “Kami juga tidak bisa memaksakan untuk teman-teman pegawai yang belum bersedia untuk dipotong. Karena itu hak pribadi jadi kita berpikir positif bahwa teman-teman tetap menyalurkan dana zakatnya dengan cara sendiri,” ujarnya.

 Dia pun berharap mudah-mudahan YBM ini tetap berjalan lancar dengan program yang dapat mencakup wilayah yang lebih luas.

“Tentunya program butuh dana, kami berharap  teman-teman yang belum bersedia ikut berkontribusi dalam program – program YBM, bisa  lebih luas memandang syariat Islam supaya kedepannya bisa berkontribusi dalam kegiatan perusahaan yang dicanangkan melalui YBM PLN,” harapnya. 

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved