Pola Hidup Sehat

PENYEBAB Kanker Getah Bening, Ini Ciri-Ciri Kelenjar Getah Bening yang Mengalami Kanker

Ciri-ciri kelenjar getah bening yang mengalami infeksi dan kanker memang memiliki kemiripan, namun gejala lainnya bisa berbeda.

Tayang:
Penulis: Mirna Tribun | Editor: Mirna Tribun
halodoc.com
Gejala Kanker Getah Bening. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID - Kanker getah bening adalah kanker yang menyerang sistem limfatik, yaitu bagian dari sistem kekebalan tubuh yang berfungsi untuk melawan infeksi. 

Ciri-ciri kelenjar getah bening yang mengalami infeksi dan kanker memang memiliki kemiripan, namun gejala lainnya bisa berbeda.

Oleh karena itu, penting untuk mengenal ciri-ciri kelenjar getah bening yang bermasalah, baik karena infeksi maupun kanker, agar kelainan tersebut dapat dikenali sejak dini.

Kelenjar getah bening merupakan bagian dari sistem limfatik yang berfungsi untuk melawan kuman, virus, dan parasit penyebab infeksi, membasmi sel kanker, dan menghancurkan zat beracun yang masuk ke dalam tubuh.

Kelenjar ini tersebar di berbagai bagian tubuh, seperti leher, ketiak, dada, dan perut.

Meski demikian, kelenjar getah bening terkadang dapat terserang penyakit.

Secara umum, ada dua penyakit yang cukup sering terjadi pada kelenjar getah bening, yaitu infeksi dan kanker getah bening.

PENYEBAB Kanker Hati, Waspadai Jika Mengalami Gejala Seperti Ini!

(UPDATE Berita tentang kesehatan DISINI)

Terkadang, kedua penyakit tersebut bisa sulit dibedakan karena memiliki beberapa tanda dan gejala serupa.

Ciri-Ciri Kelenjar Getah Bening yang Terinfeksi

Dilansir dari alodokter.com, ciri-ciri kelenjar getah bening yang mengalami infeksi umumnya ditandai dengan pembengkakan kelenjar getah bening.

Hal ini biasanya tampak berupa benjolan di bagian tubuh tertentu, misalnya di leher, ketiak, dan selangkangan. Benjolan tersebut bisa teraba lunak dan terasa nyeri ketika disentuh.

Selain munculnya benjolan, infeksi kelenjar getah bening juga dapat menimbulkan gejala lain, seperti:

  • Demam
  • Batuk
  • Sakit tenggorokan
  • Berkeringat di malam hari
  • Pilek
  • Tubuh terasa lemas

Pembengkakan kelenjar getah bening yang disebabkan oleh infeksi bisa disebabkan oleh penyakit tertentu, seperti infeksi telinga, ISPA, dan TB kelenjar.

Saat infeksi sudah teratasi, benjolan atau pembengkakan kelenjar getah bening biasanya akan menghilang.

Namun, jika pembengkakan kelenjar getah bening akibat infeksi tak kunjung membaik dalam beberapa hari atau benjolan tampak semakin membesar dan semakin nyeri, maka kondisi tersebut perlu segera diobati oleh dokter.

DERETAN Manfaat Jambu, Mampu Meredakan Flu & Batuk Hingga Mencegah Kanker

Ciri-Ciri Kelenjar Getah Bening yang Mengalami Kanker

Sel kanker pada kelenjar getah bening dapat muncul dari kelenjar itu sendiri atau muncul karena penyebaran sel kanker dari organ lain (metastasis).

Kanker yang muncul dari kelenjar getah bening dikenal dengan limfoma.

Limfoma terbagi menjadi 2 jenis, yaitu limfoma Hodgkin dan limfoma Non-Hodgkin.

Sama halnya dengan kelenjar getah bening yang terinfeksi, ciri-ciri kelenjar getah bening yang mengalami kanker, baik limfoma Hodgkin maupun Non-Hodgkin, adalah munculnya benjolan akibat pembengkakan kelenjar getah bening.

Bedanya, benjolan yang disebabkan kanker sering kali tidak menimbulkan rasa sakit dan teraba keras ketika disentuh.

KANKER Serviks Menyerang Alat Reproduksi, Ini Ciri - ciri Kanker Serviks yang Perlu Diwaspadai !

Selain itu, kanker kelenjar getah bening juga dapat menimbulkan beberapa gejala berikut ini:

  • Tubuh terasa lemas terus menerus
  • Demam
  • Kulit gatal
  • Berkeringat di malam hari
  • Sesak napas
  • Penurunan berat badan tanpa alasan yang jelas

Penyebab Kanker Getah Bening

Kanker getah bening muncul ketika jumlah sel-sel limfosit di kelenjar getah bening bertambah dengan cepat dan menjadi ganas.

Hal ini membuat jumlah sel getah bening menjadi terlalu banyak hingga menyebabkan kelenjar getah bening membengkak.

Sejauh ini, alasan mengapa sel limfosit bisa berkembang menjadi ganas belum diketahui secara pasti.

Namun, berdasarkan data dari berbagai riset kesehatan, ada beberapa faktor risiko yang dapat membuat seseorang lebih berisiko terkena penyakit ini.

Berikut adalah beberapa faktor yang bisa meningkatkan risiko seseorang terkena kanker getah bening:

Kanker getah bening Hodgkin

Beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko munculnya kanker getah bening Hodgkin meliputi:

  • Berusia antara 20-40 tahun atau di atas 55 tahun.
  • Berjenis kelamin laki-laki.
  • Memiliki keluarga kandung yang terdiagnosis menderita kanker jenis ini.
  • Menderita infeksi virus Epstein-Barr (EBV) yang dapat menyebabkan mononukleosis.
  • Memiliki daya tahan tubuh lemah, misalnya akibat infeksi HIV atau penggunaan obat penekan sistem kekebalan tubuh.

Kanker getah bening non-Hodgkin

Sedangkan beberapa faktor risiko kanker getah being non-Hodgkin meliputi:

  • Memiliki sistem kekebalan tubuh melemah.
  • Menderita penyakit autoimun, seperti rheumatoid arthritis atau penyakit celiac.
  • Berusia di atas 60 tahun. Namun, penyakit ini juga bisa menyerang anak-anak.
  • Memiliki riwayat penyakit leukemia, infeksi bakteri pylori, atau infeksi virus hepatitis C dan virus Epstein-Barr (EBV).
  • Memiliki riwayat sering terpapar radiasi nuklir dan bahan kimia beracun, seperti pestisida dan herbisida.
  • Memiliki berat badan berlebih atau obesitas.

VITAMIN B Mencegah Penyakit Kanker, Ini Makanan Vitamin B & Manfaat Vitamin B Kompleks

Untuk memastikan apakah gejala tersebut adalah gejala kanker getah bening atau bukan, dibutuhkan pemeriksaan ke dokter.

Hal ini karena ciri-ciri kelenjar getah bening yang terkena kanker dan infeksi bisa mirip satu sama lain.

Dalam menentukan diagnosis kanker getab bening, dokter akan melakukan biopsi kelenjar getah bening, aspirasi sumsum tulang, tes darah, dan CT scan, MRI, atau PET scan.

Setelah Anda dipastikan menderita kanker kelenjar getah bening, dokter dapat memberi obat kelenjar getah bening berupa kemoterapi serta penanganan lain, seperti radioterapi dan operasi. (*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved