Breaking News:

Bupati Sebastianus Darwis dan Mgr Agustinus Akan Bangun Patung Yesus Ukuran Raksasa di Bengkayang

Sebastianus Darwis berencana membangun patung Yesus dengan ukuran raksana di Bengkayang. Ada pun lokasi yang dipilih adalah di Bukit Jagoi Babang

Penulis: Stefanus Akim | Editor: Stefanus Akim
IST/Komsos KAP
TARIAN PENYAMBUTAN - Anggota Orang Muda Katolik (OMK) mempersembahkan tarian penyambutan kepada Uskup Agung Keuskupan Agung Pontianak Mgr Agustinus Agus dan Bupati Bengkayang Sebastianus Darwis, Ketua DPRD Bengkayang Fransiskus saat peresmian Paroki St Montfort Monterado. 

CITIZEN REPORTER

Oleh: Samuel | Staf Komisi Komunikasi Sosial (Komsos) Keuskupan Agung Pontianak

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, MONTERADO - Bupati Bengkayang Sebastianus Darwis berencana membangun patung Yesus dengan ukuran raksasa di Kabupaten Bengkayang. Ada pun lokasi yang dipilih adalah di Bukit Jagoi Babang.

Janji Bupati Sebastianus Darwis tersebut diungkapkan saat peresmian Paroki St Montfrot Montrado yang baru diresmikan pada Selasa pagi, 20 Juli 2021.

Saat memberikan kata sambutan Sebastianus Darwis berharap, Bengkayang ke depan bisa menjadi ikon wisata rohani Katolik.

“Kami bercita-cita bagaimana Bengkayang menjadi sebuah ikon wisata rohani dan mohon doa kita semua karena ini adalah niat dan rencana dari Bapa Uskup. Nanti di Bengkayang, di Bukit Jagoi kita akan membangun Patung Yesus dengan ukuran raksasa,” kata Darwis.

Darwis menambahkan bahwa ini akan menjadi ikon Kabupaten Bengkayang dan ikon Wisata Rohani Kalbar maupun secara Nasional.

“Mohon doa kita semua. Lewat doa saya yakin ini akan terwujud,” tambah Bupati.

Darwis juga mengungkapkan harapannya agar tahun 2021 bisa ditambah lagi satu paroki di Ledo untuk diresmikan. Sehingga pembinaan masyarakat dan umat semakin intensif.

Bupati Bengkayang Sebastianus menambahkan Pemerintahan Bengkayang berterima kasih dan mengapresiasi Mgr Agustinus Agus yang telah menjajaki satu paroki lagi yakni Paroki Ledo. Ada pun rencana paroki tersebut bernama Santo Agustinus dari Hippo.

Sementara itu Uskup Agung Keuskupan Agung Pontianak, Mgr Agustinus Agus, mengatakan menyampaikan bahwa rencana pemekaran paroki Ledo akan diserahkan tugas parokial pada Ordo Augustinian Recollects (OAR). Paroki tersebut kemudian akan dinamai dengan Paroki Santo Agustinus dari Hippo, sesuai semangat dari Santo Agustinus.

“Terima kasih banyak untuk pemerintah Bengkayang yang sangat mendukung gereja dalam memajukan masyarkat dan dalam pembinaan secara luas,” kata Uskup Agus.

Mgr Agustinus Agus melihat bahwa paroki Jagoi Babang adalah paroki yang berpotensi baik dari segi geografis maupun budaya. Wacana ide patung Yesus berukuran raksasa dilatarbelakangi untuk memajukan perekonomian Kabupaten Bengkayang dan mengangkat harkat martabat dari suku Dayak pedalaman yang selama ini yang boleh dikatakan masih sedikit tertinggal.

Alasan lain yakni selain lokasi strategis Jagoi Babang dekat dengan daerah perbatasan, ditambah Kalimantan Barat merupakan kantong-kantong Katolik. Untuk itu mimpi dan ide tentang wacana patung Yesus raksasa adalah impian untuk menjadikan Bengkayang ikon parawisata rohani sekaligus beriringan dengan budaya.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved