Breaking News:

Sekretaris Komisi V DPRD Kalbar Minta Masyarakat Tak Panik dan Tak Beli Oksigen Jika Tak Perlu

"Memang saat ini supply oksigen yang masuk Kalbar terbatas. Tapi saat ini sudah ada dibentuk satgas pengawasan oksigen dan obat covid 19 yang diketuai

Penulis: Ridho Panji Pradana | Editor: Rivaldi Ade Musliadi
TRIBUNPONTIANAK/ISTIMEWA
Sekretaris Komisi V DPRD Provinsi Kalbar, Sudiantono. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Sekretaris Komisi V DPRD Provinsi Kalbar, Sudiantono meminta agar masyarakat tidak untuk ikut-ikutan membeli oksigen jika memang tidak diperlukan.

Legislator dapil Singkawang Bengkayang ini mengatakan, akan lebih baik jika oksigen dapat digunakan oleh yang memerlukan.

"Menanggapi adanya isu kelangkaan oksigen di Kalbar saat ini, saya berharap masyarakat tidak panik, jangan ikut-ikut membeli jika belum perlu, biarlah oksigen kita prioritaskan kepada pasien-pasien yang memang sangat memerlukannya," ujarnya, Kamis 22 Juli 2021.

"Memang saat ini supply oksigen yang masuk Kalbar terbatas. Tapi saat ini sudah ada dibentuk satgas pengawasan oksigen dan obat covid 19 yang diketuai oleh wadir intel polda kalbar yaitu bapak AKBP Munizar S I K," tambahnya.

Satgas itu, kata politisi NasDem ini akan membantu dan mengawasi mulai dari proses pengadaan dan ketersedian serta distribusi ke Rumah Sakit sampai dengan harganya yang wajar.

Ditemukan 500 Tabung Oksigen di Sanggau, Gubernur Sutarmidji Sudah Perintahkan untuk Distribusikan

Supply oksigen, lanjut dia, di bagi-bagi tapi intinya tetap diupayakan agar semua Rumah Sakit tersupply dengan baik, begitu juga untuk keperluan masyarakat yang melakukan isoman dan juga yayasan atau perkumpulan membantu memberikan pinjaman oksigen secara gratis kepada masyarakat yang membutuhkan dalam artian isoman yang membutuhkan.

"Saya mohon kesabarannya, sementara kita seadanya dulu tapi intinya kita semua peduli dan sedang mengupayakan solusi secepatnya," tambahnya.

Kelangkaan oksigen saat ini, lanjut Sudiantono, selain diakibatkan oleh meningkatnya kebutuhan juga diakibatkan minimnya supply oksigen dari Jawa.

Tapi saat ini juga sedang diupayakan supply dari Batam dan juga sedang dalam proses negosiasi untuk dapat supply dari Malaysia.

"Kalau semua berjalan lancar, kita harapkan awal bulan nanti supply sudah normal kembali. Mari kita dukung dan doakan agar satgas dan kawan-kawan distributor oksigen di Kalbar diberikan Tuhan kemampuan untuk mengatasi permasalah ini," katanya. (*)

(Simak berita terbaru dari Pontianak)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved