Breaking News:

Momentum HBA Ke-61 Tahun, Hermansyah Harap Kejaksaan Tak Tebang Pilih Tangani Kasus

Dr Hermansyah turut berpesan masyarakat sangat berharap kepada kejaksaan dapat menegakkan hukum dengan baik,adil dan progresif.

Penulis: Septi Dwisabrina | Editor: Try Juliansyah
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/Rizki Kurnia
Pengamat Hukum Universitas Tanjungpura, Dr.Hermansyah SH. M.Hum. /Doc. Tribunpontianak 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Pengamat Hukum Universitas Tanjungpura Pontianak Dr Hermansyah berharap di Momentum Hari Bakti Adhyaksa (HBA) Ke-61 kejaksaan tidak tebang pilih dalam dalam menangani kasus sebagai bentuk penegakan hukum yang adil.

"Tentunya masyarakat Kalbar terutama dan Pontianak khususnya berharap dengan kewenangan yang ada pada kejaksaan sekiranya mampu membawa kasus-kasus besar ataupun kasus lainnya. Seperti korupsi, trafficking, obat-obat dan lain sebagainya untuk di proses secara hukum, siapapun orangnya jangan ada tebang pilih," terangnya saat kepada Tribun Pontianak, Rabu 21 Juli 2021.

Terkait capaian kinerja, Dr Hermansyah menilai kejaksaan sudah cukup baik. Adapun tolak ukur yang mejadi acuan adalah penanganan beberapa kasus tindak pidana yang di dorong oleh kejaksaan.

"Seperti kejahatan ITE, bidang korupsi, kemudian penyeludupan dan sebagainya. Ini sudah cukup banyak, dan saya pikir ini sebagai catatan penting, keberhasilan dari lembaga kejaksaan dalam proses penegakan hukum" jelasnya.

PPKM di Pontianak Masuk Level Empat, Dewan Sarankan Kebijakan yang Diambil Berjalan Seimbang

Dr Hermansyah turut menambahkan, secara geografis wilayah Kalbar berbatasan langsung dengan negara tetangga. Sehingga kejahatan internasional yang berasal dari negara luar sering terjadi di Kalbar serta kasus besar lainnya.

"Karena kondisi geografis itu, Kalbar menjadi pintu masuk. Saya pikir, ini harus menjadi perhatian khusus dari kejaksaan dalam penegakan hukum. Seperti kasus penyeludupan, narkoba, kemudian kejahatan bernuansa korupsi," tegasnya.

"Korupsi sendiri sudah menjadi kejahatan kemanusiaan, di mana hak-hak dasar masyarakat tidak terpenuhi. Saya harap sekali, kejaksaan dapat konsen menangani kasus korupsi ini dan kejahatan lainnya," tuturnya.

Bahkan, menurut Dr Hermansyah, di masa pandemi ini tidak menjadi penghalang bagi kejaksaan sebagai institusi negara dalam menjalankan tugas dan perannya dalam proses penegakan hukum.

"Saya pikir tidak ada hambatan jaksa dalam rangka penegakan hukum. Misalnya kasus korupsi, tidak ada alasan bagi kejaksaan tidak memeriksa kasus tersebut. Meskipun, di masa pandemi semua kasus harus tetap ditangani dan berjalan seimbang," ungkapnya.

Sesuai dengan tagline Hari Bakti Adhyaksa (HBA) Ke-61 kejaksaan, "Berkarya untuk Bangsa" Dr Hermansyah menuturkan, dapat menjadi titik awal bagi kejaksaan untuk memperlihatkan hasil karya itu untuk bangsa dan negara serta masyarakat.

Selain itu, Dr Hermansyah turut berpesan masyarakat sangat berharap kepada kejaksaan dapat menegakkan hukum dengan baik,adil dan progresif.

"Dan tentunya masyarakat ingin melihat wajah kejaksaan ini berwibawa, dalam arti mampu mengangkat kasus-kasus yang ada di Kalimantan Barat, tanpa harus pandang bulu," tutupnya. (*)

(Simak berita terbaru dari Kalbar)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved