Breaking News:

Ketegangan Antrean Oksigen di Pontianak, Perwakilan Perusahaan Minta Maaf Tak Mampu Penuhi Kebutuhan

Yustina selaku sekretaris perusahaan didampingi Abror Kepala Operasional PT. Megah Utama Prima yang menemui warga yang mengantri menyampaikan bahwa se

Penulis: Ferryanto | Editor: Hamdan Darsani
TRIBUNPONTIANAK/ISTIMEWA
Perwakilan Perusahaan, Yustina selaku sekretaris perusahaan (biru) didampingi Abror Kepala Operasional (kuning hitam)PT. Megah Utama Prima saat menemui warga yang mengantre pengisian oksigen, Kamis 22 Juli 2021. 

TRIBUN PONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Antrian panjang warga yang hendak mengisi tabung oksigen di jalan veteran Kota Pontianak pada Kamis 22 Juli 2021 pagi sempat diwarnai ketegangan.

Puluhan Warga yang mengantri sejak pagi meminta kejelasan terkait pengisian tabung oksigen mereka.

Perwakilan Perusahaan, Yustina selaku sekretaris perusahaan didampingi Abror Kepala Operasional PT. Megah Utama Prima yang menemui warga yang mengantri menyampaikan bahwa sebenarnya pihaknya fokus melayani pengisian oksigen bagi rumah sakit, tidak melayani pengisian tabung kecil secara umum.

Namun, hanya berdasarkan rasa kemanusiaan, pihaknya melayani pengisian oksigen untuk tabung kecil namun hanya dalam jumlah kecil, dan hari ini pihaknya hanya memberikan jatah pengisian untuk 15 tabung.

TANGIS di Ujung Antrean Oksigen! Pria Pontianak Pulang Setelah Dapat Kabar Ibu Tercinta Sudah Tiada

''jadi yang belum dapat nomor saya minta maaf, kami tidak mampu,''tutur Yustina dihadapan puluhan warga yang antre.

Lalu, Abror menambahakan, bahwa memang benar pagi tadi terjadi negosiasi untuk pengisian tabung kecil bagi warga yang antre, namun setelah berkoordinasi dengan pihak Pabrik,  namun pabrik menyampaikan tidak mampu untuk memenuhi hal tersebut.

''Karena untuk mengisi persediaan rumah sakit belum mencukupi, sedangkan sudarso 400 sampai 500, Antonius baru 20 tabung dari 150 sampai 200, karena mesin ini mogok, karena mesin udah lama tidak diam selama 3 bulan terakhir,'' ujar Abror.

"Dan dari awal, kita sudah memberitahu, setiap pagi, kita memang menyediakan jatah antara 10 sampai 15 tabung kecil untuk membantu warga, di atas itu kita tidak mampu, karena harus memenuhi kebutuhan rumah sakit terlebih dahulu," jelasnya.

Ditempat yang sama,  Wakil Direktur Intelkam Polda Kalbar AKBP Munizar berusaha menenagkan warga, dan meminta warga untuk tidak berkerumun karena dapat membahayakan.

Ia menyampaikan warga memahami kondisi perusahaan yang memang hanya mampu menyediakan 15 tabung oksigen.

''mudah - mudahan besok sudah ada, untuk saat ini biarkan perusahaan bekerja dahulu, kalau kita seperti ini, berkerumun, nanti dikhawatirkan malah sakit,'''ujarnya berpesan. (*)

(Update Informasi Seputar Kalimantan Barat)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved