Breaking News:

Kasus Positif di RS Se-Kalbar Capai 949 Orang, Pemprov Kalbar Upayakan Pasok Oksigen dari Malaysia

Meningkatnya perawatan pasien covid-19 di rumah sakit tentunya akan menyebabkan terjadinya peningkatan kebutuhan akan oksigen

Penulis: Anggita Putri | Editor: Try Juliansyah
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ANGGITA PUTRI
Kadiskes Kalbar, Harisson 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Barat, Harisson menjelaskan bahwa per tanggal 20 Juli 2021 untuk seluruh rumah sakit di Kalbar sedang merawat sebanyak 949 orang di tempat perawatan covid-19. Dimana semuanya membutuhkan oksigen.

Sedangkan kondisi Bor Covid-19 diangka 64,21 persen untuk Se-Kalbar. Dimana BOR RS ini meningkat dua kali lipat dari periode sebelumnya.

“Meningkatnya perawatan pasien covid-19 di rumah sakit tentunya akan menyebabkan terjadinya peningkatan kebutuhan akan oksigen,”ujarnya, Rabu 21 Juli 2021.

Sementara untuk oksigen di Kalbar, Harisson menjelaskan produksi dan suplainya sama dengan periode-periode sebelumnya, tidak bertambah.

Perbedaan PPKM Level Satu Hingga Empat Beserta Aturan Lengkap Setiap Level

Namun pasien bertambah, sehingga kebutuhan oksigen juga ikut bertambah, tapi suplainya sama dengan periode sebelumnya.

“Kita masih mengandalkan oksigen dari perusahaan dari Jawa yang dikirimkan ke kita. Tapi yang jadi masalah, di pulau Jawa dan Sumatera jug mengalami hal serupa, saat ini terjadi peningkatan dua-tiga kali lipat pasien covid yang dirawat,”ungkapnya.

Hal ini menyebabkan kebutuhan oksigen di pulau Jawa dan Sumatera pun meningkat 2-3 kali lipat bahkan ada yang sampai lima kali lipat. Sementara suplainya sama besar dengan periode sebelumnya.

Hal inilah dikatakan Harisson yang menyebabkan terjadinya kelangkaan oksigen. Tentunya pabrik oksigen di Jawa lebih mengutamakan untuk rumah sakit di Jawa.

“Sementara suplai kita untuk Kalbar otomatis dikurangi. Sudahlah kebutuhan kita meningkat 2 sampai 3 kali lipat, tetapi suplai untuk kita dari pabrik oksigen di Jawa dikurangi, karena mereka harus mensuplai kebutuhan oksigen di rumah sakit di Jawa,” jelasnya.

Melihat kondisi saat ini, Harisson mengatakan bahwa Gubernur Kalbar pun tidak tinggal diam dan selalu berusaha untuk mencari untuk kebutuhan oksigen di Kalbar dengan Mensuplai oksigen dari Malaysia.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved