Breaking News:

Dinkes Sebut Stok Oksigen Medis di Kabupaten Sintang Sangat Kritis

"Stok oksigen terpasang di ruangan ada 8 tabung. Oksigen terisi sebagai tadangan 7 tabung. Estimasi Kebutuhan Oksigen Tersedia hanya Sampai hari Jumat

Penulis: Agus Pujianto | Editor: Rivaldi Ade Musliadi
TRIBUNPONTIANAK/ISTIMEWA
Sisa tabung oksigen yang masih terisi di ruang isolasi di Sintang. Selain mengalami krisis oksigen, stok obat obatan untuk warga yang terpapar corona juga menipis 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SINTANG - Kasi Alkes Perbekalan dan Rumah Tangga, pada Dinas Kesehatan Kabupaten Sintang, M.Iqbal Natadipura mengungkapkan stok oksigen di Kabupaten Sintang saat ini sudah sangat kritis, terutama di ruangan khusus Covid-19 di RSUD Ade M Djoen.

"Imbas dari keterbatsan stok yang di sampaikan oleh pak gubernur, untuk stok oksigen di kabupaten sintang hingga siang ini sudah sangat kritis. Terutama di ruangan ruangan khusus covid-19 di RSUD ade M.djoen," kata Iqbal kepada Tribun Pontianak, Kamis 22 Juli 2021.

Iqbal merincikan, sampai denhan pukul 12.52 wib, ada 39 pasien yang dirawat di ruang isolasi mandiri (RIM 2/gedung diklat). Ada 11 orang pasien dalam observasi. Sementara ada 4 pasien yang menggunakan oksigen.

"Stok oksigen terpasang di ruangan ada 8 tabung. Oksigen terisi sebagai tadangan 7 tabung. Estimasi Kebutuhan Oksigen Tersedia hanya Sampai hari Jumat 23 Juli 2021 dengan kondisi apabila pasien di observasi keadaan umumnya stabil dan tidak bertambahnya pasien baru yang di Observasi," beber Iqbal.

Stok Oksigen Medis di Sintang Kritis, Stok Obat-obatan Juga Menipis

Kondisi yang sama terjadi di Ruang Isolasi Mandiri (RIM 1/gedung rusunawa). Stok oksigen juga menipis.

Dari 30 pasien total yang dirawat, 6 pasien dalam observasi dan enam pasien menggunakan oksigen.

"Stok oksigen terpasang di pasien 6 tabung. O2 Besar Kosong 19 Tabung.
Stok oksigen tabung besar terisi sebagai cadangan 11 Tabung. O2 kecil terisi penuh 4 tabung. O2 kecil kosong 1 tabung. Estimasi Kebutuhan Sampai hari Jumat dengan Kondisi pasien stabil dan tidak ada penambahan pasien baru," ungkapnya.

Iqbal menyebut pihaknya sudah berupaya meminta bantuan ke sejumlah pihak, termasuk pemerintah provinsi Kalbar, agar dapat mensuplay kebutuhan oksigen. (*)

(Simak berita terbaru dari Sintang)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved