Breaking News:

Dari Kejati Kalbar untuk Kalimantan Barat dan Indonesia! Selamatkan Uang Negara Rp 5,1 Miliar

Ke depan Kejati Kalbar melalui seksi Penerangan Hukum (Penkum) akan terus memberikan penyuluhan hukum dan penerangan ke kampus/sekolah.

Penulis: Hadi Sudirmansyah | Editor: Marlen Sitinjak
TRIBUN PONTIANAK/HADI SUDIRMANSYAH
Kajati Kalbar DR Masyhudi didampingi Wakajati Kalbar, Juniman Hutagaol dalam konferensi press, di Aula Kejati Kalbar, belum lama ini. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Kejaksaan Tinggi (Kejati) Kalbar berhasil menyelamatkan uang negara sebesar Rp 5,1 miliar dan meringkus lima buronan yang termasuk dalam daftar pencarian orang (DPO).

Hal ini dipaparkan menyambut momentum memperingati Hari Bhakti Adhyaksa (HBA) Ke-61 2021 dan Ikatan Adhyaksa Dharmakarini (IAD) Adhyaksa Ke-21.

Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Kalbar, Dr Masyhudi mengatakan, di tahun 2021 capaian Kejati Kalbar telah melakukan beberapa pencegahan, capaian terbaik yang akan menjadi evaluasi ke depan.

"Di bidang Pidsus selama tahun 2021 yakni periode Januari hingga Juli 2021 ada 28 kasus yang sedang dilakukan penyelidikan, dan 48 kasus sudah tahap penyidikan. Selain itu 43 kasus dalam proses hukum di pengadilan yakni sedang dalam penuntutan," kata Kajati Masyhudi, Rabu 21 Juli 2021.

Dari berbagai kasus yang ditangani, Kejati Kalbar berhasil melakukan penyelamatan keuangan negara sebanyak Rp 5.194.819.391,56 .

Kejati Kalbar Tegaskan Jaksa Berprestasi dan Jaksa Tak Disiplin Dapat Bagiannya Masing-masing

Di bidang Intelijen, Kejati Kalbar juga meraih keberhasilan dengan melakukan penangkapan buronan yang masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) sebanyak 5 (lima) orang melalui operasi tangkap buronan di beberapa tempat.

Lalu Bidang Perdata dan Tata Usaha Negara (Datun) yakni ada Surat Kuasa Khusus (SKK) : 3 (Litigasi) dan 1 (Non Litigasi) serta pemulihan keuangan negara Rp.3.414.470.454,31.

"Pada seksi Penerangan Hukum (Penkum, Red) juga turut melakukan sosialisasi sebagai langkah pencegahan memberikan penyuluhan hukum di 9 kampus dan 2 instansi serta melaksanakan kegiatan program Jaksa Menyapa di radio serta di media televisi pemerintah dalam program Bimbingan Masyarakat Taat Hukum (Binmatkum),” kata Masyhudi.

Menurutnya, penyuluhan hukum ini sebagai bentuk pencegahan dini memberikan pemahaman ilmu hukum tentang bahaya laten tindak pidana korupsi dan tindak pidana lainnya kepada para mahasiswa dan masyarakat, dengan motto : Kenali Hukum dan Jauhi Hukuman.

Ke depan Kejati Kalbar melalui seksi Penerangan Hukum (Penkum) akan terus memberikan penyuluhan hukum dan penerangan ke kampus/sekolah.

Kepala Kejaksaan Tinggi Kalimantan Barat Masyhudi bersama sejumlah pejabat Kejaksaan Tinggi Kalbar saat ziarah kubur ke Taman Makam Pahlawan Dharma Patria Jaya, Kecamatan Sungai Raya, kabupaten kubu Raya, Kalimantan barat, Rabu 21 Juli 2021. Tribun Pontianak Ferryanto.
Kepala Kejaksaan Tinggi Kalimantan Barat Masyhudi bersama sejumlah pejabat Kejaksaan Tinggi Kalbar saat ziarah kubur ke Taman Makam Pahlawan Dharma Patria Jaya, Kecamatan Sungai Raya, kabupaten kubu Raya, Kalimantan barat, Rabu 21 Juli 2021. Tribun Pontianak Ferryanto. (TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/Ferryanto)
Halaman
123
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved