Breaking News:

China Sebut Teori Kebocoran Laboratorium Sebagai Konspirasi | Tolak Penyelidikan Tahap 2 Asal Covid

Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus mengatakan bahwa studi kedua akan mencakup audit laboratorium dan fasilitas penelitian di China.

Editor: Maudy Asri Gita Utami
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ISTIMEWA
Presiden AS Joe Biden telah memerintahkan komunitas intelijen AS untuk membuat laporan yang memeriksa kembali asal-usul virus corona dan menentukan apakah penyakit itu bocor dari laboratorium atau menyebar dari hewan yang terinfeksi lalu menularkan ke manusia. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID- Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) ingin menyelidiki tentang asal usul virus corona (Covid-19) yang memasuki tahap dua.

Sebagai negara asal penyebar virus yaitu China, negaranya mengganggap kriteria yang ditetapkan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) untuk tahap kedua penyelidikan tentang asal-usul virus corona (Covid-19) sebagai suatu 'penghinaan' dan tidak akan mengikutinya.

Pernyataan ini disampaikan Komisi Kesehatan Nasional China pada hari Kamis waktu setempat.

Sebelumnya pada pekan lalu, Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus mengatakan bahwa studi kedua akan mencakup audit laboratorium dan fasilitas penelitian di daerah tempat kasus pertama Covid-19 tercatat pada Desember 2019.

Studi baru ini merupakan bagian dari 5 tahap rencana yang disusun WHO untuk mengidentifikasi dari mana virus corona berasal.

[Update Informasi Lainnya Disini]

Darimana Asal-usul Virus Corona SARS-CoV-2? Ahli Ungkap Penelitian Baru Pandemi Global Covid-19

Sementara itu, perwakilan dari Institut Virologi Wuhan menegaskan bahwa lembaga tersebut tidak pernah menemukan apalagi membocorkan virus tersebut.

"Hingga 31 Desember 2019, Institut Virologi Wuhan tidak pernah mempelajari dan menghadapi Covid-19. Institut Virologi Wuhan tidak pernah mensintesis, menciptakan Covid, dan tidak pernah membiarkannya bocor. Apalagi, tidak ada karyawan maupun mahasiswa institut tersebut yang pernah terinfeksi Covid-19 hingga saat itu," kata perwakilan lembaga tersebut dalam konferensi pers.

Institut tersebut menekankan bahwa tidak ada bukti yang menguatkan asal virus dan kebocorannya itu berasal dari laboratorium.

"Para ilmuwan telah mencapai konsensus bahwa Covid-19 berasal dari alam. Para ahli telah menerbitkan pernyataan yang mengatakan bahwa tidak ada bukti asal buatan Covid-19 dan kebocorannya itu dari laboratorium kami," kata perwakilan lembaga itu.

Halaman
123
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved