Breaking News:

Banyak Diminati, Rokok Merek Kalbaco Ilegal Dimusnahkan

Menurut Barry, rokok tersebut diketahui ilegal karena memiliki pita cukai ilegal atau palsu yang tidak sesuai peruntukannya.

Penulis: Nur Imam Satria | Editor: Try Juliansyah
TRIBUNPONTIANAK/Nur Imam Satria
Kegiatan Pemusnahan Puluhan Ribu Bungkus Rokok Ilegal oleh KPPBC Tipe Madya Pabean C Ketapang. Foto Nur Imam Satria 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, KETAPANG - Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) Tipe Madya Pabean C Ketapang melaksanakan kegiatan pemusnahan sejuta lebih batang rokok ilegal yang digelar di halaman KPPBC Ketapang, Kamis 22 Juli 2021.

Dalam kegiatan pemusnahan, tepatnya 1.089.380 batang atau 54.469 bungkus rokok ilegal dari berbagai macam merek pun turut dimusnahkan hasil dari penindakan di dua wilayah yakni Kabupaten Ketapang dan Kayong Utara.

Dari pantauan, rokok dengan merek Kalbaco menjadi satu diantara merek rokok yang dimusnahkan oleh KPPBC Ketapang. Rokok yang mulai banyak diminati itu diketahui ilegal beredar di pasaran.

Namun, pihak KPPBC Ketapang menegaskan, sebagian rokok tersebut ada juga yang legal ataupun resmi.

Bea Cukai Ketapang Musnahkan Sejuta Lebih Batang Rokok Ilegal

"Di kegiatan operasi kami, salah satunya kami menemukan merek rokok (Kalbaco) tersebut. Rokok ini ada yang legal dan ada juga yang ilegal," kata Kasubsi Penindakan KPPBC Ketapang, Barry, usai acara pemusnahan.

Menurut Barry, rokok tersebut diketahui ilegal karena memiliki pita cukai ilegal atau palsu yang tidak sesuai peruntukannya.

Dari penyelidikan Bea Cukai Ketapang, rokok tersebut dipalsukan oleh pihak lain. Bukan dari pabrik rokok itu sendiri.

Namun hingga kini pihak KPPBC Ketapang belum mengetahui asal rokok tersebut.

"Pihak perusahaan mengkonfirmasi bahwa bukan mereka yang mengeluarkan rokok-rokok tersebut, namun sejauh ini belum diketahui sumbernya dari mana," ujarnya.

Barry menambahkan, salah satu indikator untuk mengetahui rokok Ilegal adalah, produsen tidak mencantumkan nama perusahaan. Selain itu rokok Ilegal juga tak dilengkapi dengan pita cukai.

"Karena pabriknya berada di luar Ketapang, jadi kami konfirmasi kantor yang mengawasi perusahaan rokok tersebut, jadi konfirmasi yang mengawasi perusahaan, menyatakan bahwa perusahaan rokok mereka tidak ada mengeluarkan rokok seperti yang kita tindak di sini," pungkasnya. (*)

(Simak berita terbaru dari Ketapang)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved