Breaking News:

Berikut Rincian Perkara yang Ditangani Kasi Pidsus Kejari Sintang

pihaknya juga tengah memproses penyidikan perkara tindak pidana korupsi dalam dalam penyalahgunaan dana dalam pekerjaan rehabilitasi

Penulis: Agus Pujianto | Editor: Try Juliansyah
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/Agus Pujianto
Kepala Seksi Tindak Pidana Khusus (Pidsus) pada Kejaksaan Negeri Sintang, Acep Subhan Saepudin (tengah) memaparkan capaian perkara yang ditangani selama Januari-Juni 2021. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SINTANG - Kepala Seksi Tindak Pidana Khusus (Pidsus) pada Kejaksaan Negeri Sintang, Acep Subhan Saepudin mengungkapkan saat ini pihaknya tengah melakukan penyelidikan terhadap dua perkara di Kabupaten Sintang.

“Penyelidikan ada dua perkara. Perkaranya mohon maaf karena ini masih dalam proses menemukan tindak pindana, jadi belum bisa disampaikan yang paling pokok, yaitu salah satu dalam perkara ini ada (unsure tindak pidana) Terkait dengan dana desa di salah satu kecamatan di sintang,” ungkap Acep, Rabu 21 Juli 2021.

Selain itu, pihaknya juga tengah memproses penyidikan perkara tindak pidana korupsi dalam dalam penyalahgunaan dana dalam pekerjaan rehabilitasi, rekonstruksi jalan Baning-Sungai Ana tahun 2017.

“Ini tahapanya sudah ekspos kemarin, namun ada beberapa yang perlu ditambahain, kerugian negara sekitar 421 juta sekian. Ada juga, penyidikan sudah pemberkasan, sekarang untuk dilanjutkan ke penututan,” jelasnya.

Program Unggulan Kajari Sintang, Terabas Pedalaman Salurkan Bantuan Hingga Aktif Dibidang Keagamaan

Perkara penuntutan lainnya, dugaan tindak pidana korupsi dana Desa Sungai Labi, Kecamatan Kelam Permai, tahun 2019, yang menyebabkan kerugian Negara sebesar Rp 314 juta rupiah. Perkara saat ini sedang proses sidang di Pontianak.

Pidsus pada Kejari Sintang juga melaksanakan eksekusi dua perkara di tahun 2021, yaitu perkara dana hibah pembangunan masjid di Melawi, tahun anggaran 2012 sampai dengan 2015 dari terpidana Kusmahendri dan Panudin.

Jumlah uang yang disetor ke kas Negara Rp 418.520.000 juta rupiah.

“Eksekusi dilaksanakan pada bulan Januari yang dilaksanakan pada Kusmahendri dengan Pekanudin, dan Tajudin itu meninggal pada saat penuntutan, perkara sudah selesai. Namun demikian terkait dengan masalah pengembalian kerugian Negara tajudin untuk ahli warisnya dikuaskaan ke kejaksaan negeri sintang dari pemda melawi untuk dilakukan gugatan ke pengadilan. Dari pidsus sudah kita serahkan ke datun,” beber Acep.

Berikut rincian perkara yang ditangani Kadi Pidsus Kejari Sintang:

1. Penyelidikan 2 perkara ( tidak disebutkan perkara karena masih permintaan keterangan untuk menemukan tindak pidana)

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved