Breaking News:

Idul Adha

Anuar Akhmad Ajak Pasca Iduladha Tingkatkan Solidaritas Sosial

Masjid Agung An-Nur Sintang, menyelenggarakan Salat Iduladha berjamaah pada Selasa, 20 Juli 2021 pagi. Tampil sebagai Imam Anang Nurkholis dan Khutbah

Penulis: Agus Pujianto | Editor: Hamdan Darsani
TRIBUNPONTIANAK/ISTIMEWA
Masjid Agung An-Nur Sintang, menyelenggarakan Salat Iduladha berjamaah pada Selasa, 20 Juli 2021 pagi. Tampil sebagai Imam Anang Nurkholis dam Khutbah Anuar Akhmad, Kakan Kemenag Sintang. Ibadah Salat Iduladha digelar dengan mematuhi protokol kesehatan. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID,SINTANG - Masjid Agung An-Nur Sintang, menyelenggarakan Salat Iduladha berjamaah pada Selasa, 20 Juli 2021 pagi. Tampil sebagai Imam Anang Nurkholis dan Khutbah Anuar Akhmad, Kakan Kemenag Sintang.

Ibadah Salat Iduladha digelar dengan mematuhi protokol kesehatan.

Anuar Akhmad, dalam khotbahnya mengatakan ada dua peristiwa penting yang tidak bisa lepas dari hari raya idul adha. Kedua peristiwa tersebut adalah ibadah haji dan kurban, namun pada saat ini kedua ibadah tersebut harus dilaksanakan di tengah pandemi Covid-19 yang sampai saat ini belum mereda.

Wakil Bupati Sintang Ajak Para Pemuda Berorganisasi

"Seperti kita ketahui akibat pandemi yang mewabah di berbagai penjuru dunia, jemaah haji indonesia tahun 2021 tidak diberangkatkan ke tanah suci, hal ini dilakukan pemerintah untuk menjaga keselamatan jiwa dari tertular virus corona," kata Anuar.

Pemerintah arab saudi pun, kata Anuar tidak mengizinkan jamaah dari luar negeri untuk menjalankan rukun islam kelima ini. Hanya warga arab saudi dan warga asing yang berada di arab saudi yang diperkenankan melaksanakan ibadah haji dan itupum dengan pembatasan jumlah dan peraturan yang sangat ketat.

"Semua komponen bangsa harus optimis dalam melakukan ikhtiar baik dalam bentuk penanganan maupun pemgobatan covid. Hingga saat ini, perkembangan corona belum melandai, sehingga komponen bangsa harus extra hati-hati," katanya.

Menurut Anuar, jika ditarik makna hakikinya bahwa penyembelihan hewan kurban itu bersifat simbolik, yang artinya menyembelih segala hawa nafsu yang tumbuh di jiwa dan dibersihkan dengan takwa.

"Pasca idul adha, setiap muslim perlu meningkatkan solidaritas sosial, mendorong kaum berpunya untuk mau berbagi, menebar segala kebajikan dengan sesaama. Khususnya bagi tetangga kita yang terdampak pandemi," ujarnya.

"Mari kita doakan agar saudara kita yang kini tengah sakit atau sedang isolasi diberi kesembuhan dan diberi kemudahaan. Semoga Allah SWT, segera mengangkat wabah dan pandemi saat ini," doanya. (*)

(Update Informasi Seputar Kabupaten Sintang)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved