Breaking News:

Idul Adha

Syarat Hewan Kurban dan Sunnah dalam Menyembelih Hewan Kurban

Hukum berkurban bisa menjadi wajib jika dalam bentuk kurban karena nazar atau janji.

Penulis: Nasaruddin | Editor: Nasaruddin
SURYA/AHMAD ZAIMUL HAQ
Penjual hewan kurban di kawasan Mayjen Sungkono. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID - Kata Kurban berasal dari bahasa Arab “Qariba -Yaqrabu –Qurbanan” yang berarti dekat.

Maksudnya mendekatkan diri kepada Allah SWT dengan mengerjakan perintah-Nya.

Sedangkan dalam pengertian syariat, kurban ialah menyembelih hewan ternak yang memenuhi syarat tertentu yang dilakukan pada hari raya Idul Adha dan hari tasyrik yakni tanggal 11, 12, dan 13 Zulhijjah semata-mata untuk beribadah dan mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Kurban hukumnya sunnah mu’akkad bagi orang Islam yang mampu.

Hukum berkurban bisa menjadi wajib jika dalam bentuk kurban karena nazar atau janji.

Niat Sholat Idul Adha Sendiri di Rumah, Tata Cara dan Bacaannya

Sebagian ulama ada yang berpendapat bahwa hukum kurban adalah wajib.

Mereka  menggunakan dasar hukum dari hadis Rasulullah SAW sebagai berikut:

“Rasulullah Saw. bersabda: “Barang siapa yang memiliki kemampuan, tetapi tidak berkurban, maka janganlah dia mendekati tempat shalat kami” (HR.  Ahmad).

Namun menurut jumhur ulama Syafi’iyyah bahwa hukum kurban adalah sunnah mu’akkad bagi yang mampu dan memenuhi syarat.

Dalam pandangan Islam orang yang telah mampu tetapi tidak melaksanakan kurban maka dikategorikan orang yang tercela bahkan sangat dibenci oleh Rasululah SAW sebagaimana firman Allah SWT:

Halaman
1234
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved