Breaking News:

14 Kapal Tenggelam

UPDATE Tragedi 14 Kapal Tenggelam di Lautan Kalbar, 41 Korban Masih Hilang! Ini Harapan Sutarmidji

Dalam proses pencarian ikan, iapun berharap seluruh atribut keselamatan, sehingga dapat meminimalisir korban jika terjadi hal yang tidak diinginkan.

Penulis: Ferryanto | Editor: Marlen Sitinjak
IST
Gubernur Kalimantan Barat, Sutarmidji saat meninjau Posko SAR di KSOP Pontianak, Sabtu 17 Juli 2021 pagi WIB. Sutarrmidji berharap 14 korban yang masih hilang dalam peristiwa 14 kapal nelayan tenggelam dapat ditemukan dalam keadaan selamat. 

TRIBUN PONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Tim SAR gabungan masih mencari 41 orang nelayan yang dinyatakan hilang pada tragedi 14 kapal nelayan tenggelamdi wilayah perairan Kalimantan Barat (Kalbar), akibat cuaca buruk.

Gubernur Kalimantan Barat, Sutarmidji yang meninjau Posko SAR di Kantor KSOP Pontianak, Sabtu 17 Juli 2021 pagi, berharap seluruh korban dapat ditemukan dalam keadaan selamat.

Dari laporan yang diterima Gubernur, pada saat kejadian cuaca di peraiaran Kalbar sangat ekstrem, dengan kecepatan angin mencapai 30 knot ditambah gelombang tinggi dan hujan intensitas tinggi.

Untuk ABK yang sudah berhasil diselamatkan, Midji mengatakan semua sudah ditangani dengan baik.

Kapal Perang Diterjunkan Cari Korban 14 Kapal Tenggelam di Lautan Kalbar! Update Data Terbaru Korban

SELAMAT - Anto (kaos abu-abu) satu di antara korban kapal tenggelam di Muara Jungkat akibat cuaca buruk saat dibawa untuk didata dan diberikan perawatan di Posko SAR Gabungan, Jalan Rahadi Usman, Pontianak, Kalimantan Barat, Jumat 16 Juli 2021. Anto ABK kapal ikan KM Kenangan Usaha berhasil menyelamatkan diri menggunakan pelampung saat kapal dihantam cuaca buruk, dan diselamatkan kapal yang melintas keesokan harinya.
SELAMAT - Anto (kaos abu-abu) satu di antara korban kapal tenggelam di Muara Jungkat akibat cuaca buruk saat dibawa untuk didata dan diberikan perawatan di Posko SAR Gabungan, Jalan Rahadi Usman, Pontianak, Kalimantan Barat, Jumat 16 Juli 2021. Anto ABK kapal ikan KM Kenangan Usaha berhasil menyelamatkan diri menggunakan pelampung saat kapal dihantam cuaca buruk, dan diselamatkan kapal yang melintas keesokan harinya. (TRIBUN PONTIANAK/DESTRIADI YUNAS JUMASANI)

"Yang selamat juga sudah diperiksa kesehatannya, pemulihan kesehatannya, dan pemulihan traumanya itu kita sedang lakukan,” katanya.

Midji memastika, setelah seluruh operasi SAR selesai pihaknya akan melakukan evaluasi terkait proses penangkapan ikan oleh nelayan yang ada di Kalimantan Barat.

Khusus nelayan dengan kapal di bawah 30 GT, ia berharap tidak menangkap ikan diatas 12 mil laut karena dengan kapal kecil sangat berbahaya melaut diatas 12 mil.

"Kedepan memang harus kapal nelayan kecil dibawah 30 GT tidak mencari ikan diatas 12 mil laut, dan dalam prosesnya melengkapi alat prediksi ikan. Jadi dia mengambil ikan, kenapa nelayan Vietnam, Thailand bisa, karena mereka tahu ikannya di mana,''ujarnya.

KISAH Anto Sepanjang Malam Terombang-ambing di Laut saat Tragedi 14 Kapal Tenggelam Dihantam Ombak

''Kalau sekarang kita masih cari ikan, akibatnya apa yang 30 ton diluar 12 mil, yang dibawah 30 tol kadang di atas 12 mil kan bahaya. Harusnya dilengkapi dengan alat deteksi ikan, nangkap, ambil, sekarang dengan alat itu bisa untuk memprediksi keberadaan ikan, jadi tidak perlu jauh-jauh lagi,'' jelasnya.

Dalam proses pencarian ikan, iapun berharap seluruh atribut keselamatan, sehingga dapat meminimalisir korban jika terjadi hal yang tidak diinginkan.

Halaman
1234
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved