Breaking News:

Idul Adha

Tata Cara Pembagian Daging Hewan Kurban Sesuai Syariat, Jika Nazar dan Sunnah, Apa yang Dilakukan?

Orang yang berkurban nazar tidak boleh mengambil sedikit pun daging kurbannya. Orang yang berkurban sunah justru dianjurkan memakan sebagian dari dagi

Penulis: Maudy Asri Gita Utami | Editor: Maudy Asri Gita Utami
DASRIL ROSZANDI / NURPHOTO / NURPHOTO VIA AFP
Ilustrasi Hewan Kurban. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID- Tata cara pembagian daging kurban sudah diatur secara lengkap agar tidak salah dan tetap dilakukan sesuai syariat.

Ulama membagi ibadah hewan kurban ke dalam dua jenis dan ini akan berpengaruh kepada pembagian daging kurban.

Dua ibadah kurban yaitu ibadah kurban yang dinazarkan (wajib) dan ibadah kurban yang tidak dinazarkan (sunnah).

Orang yang berkurban nazar tidak boleh mengambil sedikit pun daging kurbannya.

Orang yang berkurban sunah justru dianjurkan memakan sebagian dari daging kurbannya.

[Update Informasi Lainnya Disini]

Tata Cara Sembelih Hewan Kurban dari MUI ! Apa Saja Hewan Kurban sesuai Alquran ?

Orang yang berkurban sunnah berhak memakan maksimal sepertiga dari daging kurbannya sebagaimana keterangan berikut ini:

ولا يأكل المضحي شيئا من الأضحية المنذورة) بل يتصدق وجوبا بجميع أجزائها (ويأكل) أي يستحب للمضحي أن يأكل (من الأضحية المتطوع بها) ثلثا فأقل

Artinya, “(Orang yang berkurban tidak boleh memakan sedikit pun dari ibadah kurban yang dinazarkan [wajib]) tetapi ia wajib menyedekahkan seluruh bagian hewan kurbannya.

(Ia memakan) maksudnya orang yang berkurban dianjurkan memakan (daging kurban sunnah) sepertiga bahkan lebih sedikit dari itu,” (Lihat KH Afifuddin Muhajir, Fathul Mujibil Qarib, [Situbondo, Al-Maktabah Al-Asadiyyah: 2014 M/1434 H] halaman 207).

Halaman
1234
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved