Breaking News:

Ketua MPC Pemuda Pancasila Pontianak Harap Pemerintah Beri Ojol dan Pedagang Kecil Kemudahan

Pada pelaksanaan, Satgas Covid 19 memberlakukan penyekataan sejumlah ruas jalan selama 24 jam di Kota Pontianak guna membatasi mobilitas masyarakat.

Penulis: Ferryanto | Editor: Hamdan Darsani
TRIBUNPONTIANAK/ISTIMEWA
Ketua MPC Pemuda Pancasila Kota Pontianak Abriansyah. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Guna menekan penyebaran Covid 19 di Kota Pontianak, Satgas Covid 19 kOta Pontianak menerapkan PPKM Darurat selama 8 hari yang dimulai sejak 12 Juli hingga 20 Juli 2021.

Pada pelaksanaan, Satgas Covid 19 memberlakukan penyekataan sejumlah ruas jalan selama 24 jam di Kota Pontianak guna membatasi mobilitas masyarakat.

Atas PPKM Darurat yang diberlakukan, Ketua MPC Pemuda Pancasila Kota Pontianak Abriansyah yang biasa disapa Ook menyampaikan pihaknya sangat mendukung kebijakan tersebut.

Namun dinilainya PPKM Darurat yang diterapkan juga membawa dampak bagi perekonomian masyarakat, khususnya masyarakat menengah kebawah.

Idul Adha Berapa Hari Lagi? Simak Tata Cara Pelaksanaan Idul Adha saat PPKM Darurat

"Dibalik diberlakukannya PPKM Darurat di Kota Pontianak ini juga membawa dampak pada perekonomian terhadap masyarakat atau pedagang kecil dan  berdampak pula bagi pekerja OJOL (ojek online),"ujarnya, Jumat 16 Juli 2021.

Dari keluhan yang ia terima dari para pelaku ojek online dan pedagang kecil, akibat PPKM Darurat pendapatan pedagang kecil serta pekerja ojek online menjadi menurun dikarenakan dengan adanya penutupan  beberapa ruas jalan.

Warga yang biasa menggunkan jasa ojek online enggan untuk menggunakan ojek online dikarenakan biaya yang dikenakan lebih mahal dari biasanya dikarenakan jalan yang dilalui harus 
memutar. 

Wako Pontianak Lepas Tim Penyaluran Bantuan Beras PPKM Darurat Bagi Warga Terdampak Langsung

"Oleh sebab itu dalam hal ini saya memohon kepada pemerintah dalam melakukan kebijakan PPKM Darurat ini jangan sampai mematikan perekonomian masyarakat kecil," ujar Katua MPC Pemuda Pancasila kota Pontianak.

Ia berharap, Satgas Covid 19 dapat memberi kemudahan bagi para pedagang keliling, pelaku ojek online untuk dapat melalui jalan yang disekat bila mereka hendak melintas.

"Mungkin dapat diberikan kebijakan pemerintah bagi pedagang keliling dan ojek online diberikan kemudahan agar dapat melalui jalur penyekatan yang dilakukan oleh pemerintah apabila secara kebetulan jalur pengguna ojek online tersebut merupakan wilayah yang ditutup atau sedang dilakukan penyekatan,"tutur Abriansyah berharap. (*)

(Update Informasi Seputar Kalimantan Barat)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved