Breaking News:

14.889 Warga di 47 Desa Kabupaten Kapuas Hulu Terdampak Banjir

"Adapun sebaran wilayah korban yang terdampak antara lain, 1.147 KK atau 4.112 jiwa di Kecamatan Hulu Gurung, 649 KK atau 2.589 jiwa di Kecamatan Sila

Penulis: Sahirul Hakim | Editor: Rivaldi Ade Musliadi
TRIBUNPONTIANAK/ISTIMEWA
Kondisi banjir yang merendam pemukiman warga di sejumlah kecamatan di kabupaten Kapuas Hulu, pada tanggal 14 Juli 2021. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, KAPUAS HULU - Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kapuas Hulu Gunawan menyatakan, data terkait banjir di wilayah Kabupaten Kapuas Hulu yang mana sebanyak 6.165 KK atau 14.889 warga yang tinggal di 47 desa telah terdampak.

"Adapun sebaran wilayah korban yang terdampak antara lain, 1.147 KK atau 4.112 jiwa di Kecamatan Hulu Gurung, 649 KK atau 2.589 jiwa di Kecamatan Silat Hulu, 3.879 KK atau 6.537 jiwa di Kecamatan Boyang Tanjung, 190 KK atau 569 jiwa di Kecamatan Pengkadan, 118 KK atau 472 jiwa di Kecamatan Bunut Hulu dan 182 KK atau 610 jiwa di Kecamatan Silat Hilir," ujarnya, Jumat 16 Juli 2021.

Dari keseluruhan warga yang terdampak ada sebanyak 398 KK, terpaksa harus mengungsi dengan rincian 127 KK di Desa Nanga Luan, 89 KK di Desa Entebi dan 182 KK di Desa Bongkong. "Kalau sebaran wilayah desa yang terdampak meliputi Desa Nanga Yen, Desa Tepuai, Desa Sejahtera Mandiri, Desa Karya Mandiri, Landau Kumpang, Desa Kelakar, Desa Bugang, Desa Simpang Sinara di Kecamatan Hulu Gurung," ucapnya.

Selanjutnya Desa Dangkan kota, Desa Entebi, Desa Landau badai, Desa Landau rantau, Desa Lebak jemah, Desa Nanga Dangkan, Desa Nanga luan, Desa Nanga Lungu, Desa Nanga Ngeri, Desa Riam Tapang, Desa Selangkai, Desa Selimu di Kecamatan Silat Hulu.

Wabup Wahyudi Hidayat Hadiri Rakor Perkembangan Covid-19 dan Bencana Alam di Kapuas Hulu

Kemudian Desa Nanga Betung, Desa Landau Mentail, Desa Nanga Jemah, Desa Riam Mengelai, Desa Sri Wangi, Desa Nanga Sangan, Desa Tubang Jaya, Desa Boyan Tanjung, Desa Mujan, Desa Pemawan, Desa Karya Maju, Desa Nanga Ret, Desa Nanga Danau, Desa Nanga Boyan, Desa Delintas Jaya, Desa Teluk Geruguk di Kecamatan Boyan Tanjung.

Berikutnya Desa Jajang, Desa Mawan, Desa Kerangan Panjang di Kecamatan Pengkadan, Desa Riam Piang, Desa Semangut Utara, Desa Nanga Semangut, desa temuyuk, desa landau apus di Kecamatan Bunut Hulu, Desa Suka Maju dan Desa Tangai Jaya di Kecamatan Mentebah dan Desa Bongkong di Kecamatan Silat Hilir.

Selain itu, BPBD Kapuas Hulu juga mencatat kerugian materil sementara akibat banjir meliputi 961 unit rumah dan 55 unit fasilitas umum terdampak di Kecamatan Hulu Gurung.

Kemudian di Kecamatan Silat Hulu ada sebanyak 10 rumah roboh, 427 lainya terendam, 25 fasilitas umum terdampak, 1 fasilitas pendidikan, 1 perpustakaan, 1 kantor desa, 2 masjid, 1 fasilitas kesehatan, 1 balai posyandu dan 1 unit gedung serbaguna terdampak.

Selanjutnya sebanyak 2.097 rumah dan 54 fasilitas umum terdampak di Kecamatan Boyan Tanjung. Kemudian ada 217 unit rumah dan 7 fasilitas umum terdampak di Kecamatan Pengkadan dan 150 unit rumah terendam di Kecamatan Silat Hilir.

Berdasarkan asesmen sementara tim BPBD Kabupaten Kapuas Hulu, kebutuhan yang mendesak dalam penanganan darurat antara lain perbaikan kerusakan fasilitas umum yang rusak akibat banjir tersebut, tempat pengungsian sementara, kebutuhan dasar pangan seperti makanan pokok, makanan siap saji, makanan tambahan, makanan pelengkap, MP ASI, air minum dan air bersih.

"Kebutuhan dasar sandang meliputi, family kit, selimut, sarung, daster, pakaian dewasa atau anak, handuk, pembalut wanita, perlengkapan mandi dan alas tidur. Kemudian juga kebutuhan kesehatan, sumber daya manusia, peralatan, obat-obatan, bahan pakai habis dan kesehatan lingkungan," ujarnya.

Adapun Kebutuhan darurat lainnya meliputi air bersih dan MCK atau Sanitasi, jerigen air, sarana angkutan logistik dan utilitas lainnya seperti BBM, listrik dan jaringan telekomunikasi.

"Saat ini kami masih berada di lapangan untuk terus melakukan pendataan lebih lanjut. Dalam upaya tersebut mengalami kendala jaringan telekomunikasi, sehingga pelaporan perkembangan data dan informasi menjadi terhambat," ungkapnya. (*)

(Simak berita terbaru dari Kapuas Hulu)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved