Wakil Ketua DPD Golkar Kalbar Minta Kader 'Benalu' Segera Keluar

Menurutnya, kader yang benalu akan merusak sistem dan tatanan yang ada di Partai berlambang pohon beringin tersebut.

Penulis: Ridho Panji Pradana | Editor: Hamdan Darsani
TRIBUNPONTIANAK/ISTIMEWA
Wakil Ketua DPD Partai Golkar Provinsi Kalbar Bidang Organisasi, Mustafa MS. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Wakil Ketua DPD Partai Golkar Provinsi Kalbar Bidang Organisasi, Mustafa MS meminta kader yang tak loyal dan menjadi benalu di partai agar segera keluar.

Menurutnya, kader yang benalu akan merusak sistem dan tatanan yang ada di Partai berlambang pohon beringin tersebut.

Hal ini dikatakannya pasca 13 dari 14 DPD Partai Golkar Kabupaten Kota di Kalbar melaksanakan musda dan telah menghasilkan para nahkoda partai didaerah.

Dijelaskan Mustafa, musda itu memakan waktu setidaknua satu tahun tiga bulan untuk konsolidasi organisasi secara utuh.

Tanggapi Surat Keberatan DPD Golkar Kubu Raya, Agus: Proses di DPRD Sudah Selesai

Dari proses musda itu diutamakan musyawarah mufakat, ketua yang dipilih adalah ketua yang benar-benar mampu, mempunyai komitmen membesarkan dan memenangkan partai Golkar di pemilu kedepan. 

Juga ditandatangani fakta integritas yang poinnya ialah wajib melakukan muscam selama enam bulan, kemudian melakukan karakterdes yang ditekankan setiap kecamatan minimal 50 kader militan partai yang harus dididik, menumbuh kembangkan semangat kader membesarkan partai dalam menghadapi pemilu 2024. 

"yang terpenting dalam proses konsolidasi organisasi atau musda, kita ingin melakukan konsolidasi organisasi secara komprensif. Artinya struktur partai dari DPD tingkat II, Kecamatan sampai tingkat desa di tahun 2023 sudah terstruktur," katanya, Kamis 15 Juli 2021.

"Kita berkeyakinan Golkar akan meningkatkan perolehan suara dengan bekerja secara maksimal," tambah Mustafa.

Pada awal 2023, Mustafa pun menjelaskan Golkar akan melaksanakan apel siaga Partai Golkar yang akan dipusatkan di Sanggau. 

Golkar, lanjut dia, berkeyakinan mampu dengan target ada penambahan kursi disetiap kabupaten kota, dan kader Golkar di Pilkada dapat memenangkan pertarungan, serta Pilpres Golkar mendukung penuh Airlangga Hartarto sebagai Presiden RI.

"Kita tekankan memang dalam proses musda, seorang kader Partai Golkar sebagai sebuah pilihan partai politik. Konsekuensi mereka berpartai adalah mentaati aturan dan mekanisme partai. Bagi yang tidak loyal dan patuh mohon untuk tidak bergabung di Golkar, daripada jadi benalu, merusak tatanan dan sistem, lebih baik kader tersebut berpikir kembali. Karena kita berpartai politik satu komando, harus dalam satu barisan," katanya. (*)

(Update Informasi Seputar Kalimantan Barat)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved