Hujan Deras, Banjir dan Longsor Landa Sejumlah Wilayah di Kalimantan Barat

Selain itu, beberapa akses jalan juga terputus yang menyebabkan putusnya hubungan antarwilayah.

Editor: Jamadin
TRIBUNPONTIANAK/ISTIMEWA
Akibat diguyur hujan, ratusan rumah warga di Desa Pakak, Kecamatan Kayan Hilir, Kabupaten Sintang, tergenang air luapan sungai sungai genik. Arus genangan air setinggi pinggang orang dewasa juga menghanyutkan sejumlah ternak warga. Bukan itu saja, kaki bukit Bank di desa tersebut juga terjadi tanah longsor. 

Pihaknya terus melakukan pemantauan terhadap wilayah-wilayah yang terdampak banjir dan juga longsor. Pihaknya belum bisa melakukan pemantauan secara langsung "Kendala karena hujan disertai angin lebat maka tim TRC belum dapat ke lokasi," jelasnya.

Camat Pulau Maya, Jakfar mengatakan, tanah longsor terjadi di Desa Dusun Besar. Ia menerangkan, ada tiga titik lokasi terjadinya tanah longsor di wilayah Kecamatan Pulau Maya.

"Ade tiga lokasi longsornya. Satu, di lokasi wisata Batu Ampar Dusun Besar. Dua, di gunung tengah lokasi SMA 1 Pulau Maya. Tiga, lokasi Gunung Parong Belian, dekat PDAM," terangnya.

Jakfar menerangkan, ada dua orang warga pada saat peristiwa tanah longsor sudah berhasil menyelamatkan diri. "Mereka sudah terlebih dulu menyelamatkan diri sebelum tanah longsor menerjang. Dua orang ini sedang di pondok menunggu pohon durian, karena lagi musim durian," ungkapnya.

Kondisi warga yang sudah diselamatkan saat ini, dipastikan selamat dan tidak terjadi apa-apa. "Warga selamat itu, Alhamdulillah tidak apa-apa," tukasnya.

Lebih lanjut, Camat Pulau Maya menyampaikan, banjir juga menggenangi rumah warga di wilayah Desa Dusun Besar. "Saya kebetulan masih di Dusun Besar, Hampir merata (banjir di sekitar rumah warga)," ujar Jakfar.

Jakfar mengungkapkan, satu diantara rumah warga di Desa Dusun Besar ditinggalkan oleh penghuninya, disebabkan banjir. Banjir mengakibatkan dinding rumah warga tersebut mengalami kerusakan. "Salah satu rumah yang sudah ditinggalkan warga mengungsi," terangnya.

Longsor juga terjadi di Mempawah tepatnya di Kecamatan Anjungan. Kepala Bidang (Kabid) Penanggulangan Bencana BPBD Mempawah, ada dua titik yang longsor, yakni Desa Kepayang dan Desa Anjongan Dalam, Kecamatan Anjongan.

Di Ketapang, jembatan yang berada di ruas jalan Ketapang-Kendawangan, tepatnya di Desa Pagar Mentimun, Kecamatan Matan Hilir Selatan, Ketapang, terputus pada Rabu (14/7). Akibat kejadian tersebut, membuat satu unit truk terjebak.

"Faktor putusnya jalan karena faktor alam akibat dari tingginya curah hujan, saat ini personel Polsek sudah di TKP," kata Andhika.

Andhika mengungkapkan, akibat ambruknya jembatan, akses menuju Kendawangan dari Kota Ketapang untuk sementara masih terhambat. Hanya kendaraan roda dua saja yang masih bisa melintas.

"Kapolsek lagi mencari solusi agar masyarakat bisa lewat. Sementara jalan masih macet, akibat antrean kendaraan. Tapi infomasi terakhir, alat berat udah berada di lokasi untuk buat meting," katanya.

Anggaran Rp 150 Miliar
Di Kota Pontianak, Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono meninjau langsung lokasi terjadinya banjir, di Jalan Purnama, Kecamatan Pontianak Selatan Kota Pontianak, Rabu (14/7). Selain di lokasi tersebut, Edi juga meninjau ke beberapa titik lainnya.

Edi Rusdi Kamtono menyampaikan, bahwa banjir yang terjadi kali ini hampir merata di seluruh Kota Pontianak.

Ia mengatakan, tidak hanya di Kecamatan Pontianak Selatan saja, namun juga terjadi di Pontianak Tenggara, Pontianak Kota, Pontianak Barat dan Pontianak Timur serta Pontianak Utara. Dari jumlah titik tersebut, namun memang dikatakan Edi ada lokasi yang cukup tinggi.

"Ada daerah-daerah yang tinggi rata-rata 20-30 centimeter, seperti di Purnama ini tidak semuanya, termasuk di Pontianak Kota dan Barat di permukiman pada umumnya, di jalan-jalan besar contohnya di Jalan Sutoyo sebagian," ujarnya.

Edi menerangkan banjir tersebut disebabkan oleh beberapa faktor, di antaranya oleh air pasang yang tinggi dan hujan deras yang berdurasi lama. Edi menjelaskan dari informasi yang didapat dari Badan Meteorologi dan Geofisika bahwa air pasang sejak 12 Juli sampai 15 Juli 2021 ketinggian air pasang mencapai 1,7 meter dari permukaan Sungai Kapuas, kemudian ditambah angin dan badai.

"Ini setelah disampaikan oleh Badan Meteorologi dan Geofisika yang menyampaikan bahwa Kota Pontianak dan sekitarnya di Kalbar akan terjadi badai disertai gelombang dan hujan lebat antara 100 sampai 150 mili meter perhari, ini lebat dan panjang," ungkapnya.

Untuk itu, Edi Rusdi Kamtono berharap agar warga Kota Pontianak tetap waspada supaya bisa mengantisipasi apabila terjadi hujan dan air pasang. Dan tentu, dikatakannya Pemerintah Kota Pontianak secara bertahap mengatasi genangan-genangan yang terjadi.

"Pertama yaitu normalisasi parit yang dilakukan setiap hari maupun berkala. Kedua meninggikan jalan," ungkapnya.

Untuk lokasi di Purnama Parit Tokaya ini, Edi menerangkan diperlukan upaya khusus untuk mengatasi banjir. Hal ini lantaran wilayah yang rendah atau lembah yang paling rendah adalah di kawasan Parit Tokaya.

Edi menyebutkan, bahwa untuk penanganan banjir tersebut sudah ada anggaran khusus, sedikitnya ia sebutkan sebanyak Rp 150 miliar. "Kita akan tangani khusus dengan menturap, mulai dari hulu ke hilir dan sebagian sudah, terus kita akan membebaskan beberapa bangunan yang terdampak akibat penurapannya.

Dan kita sudah ada hitungannya 150 miliar. Kemudian kita berharap bantuan dari pemerintah pusat dan provinsi, karena ada beberapa jembatan yang harus kita bongkar dan kita bangun kembali karena ini salah satu hambatannya seperti di Tanjungpura dan Gajah Mada maupun di Ahmad Yani, Purnama dan Sutoyo," ujarnya.

Kemudian, nantinya Edi mengatakan akan dibuat koneksitas antara parit yang satu dengan yang lainnya di beberapa kawasan.

"Ini salah satu bagian, peninggian jalan sudah kita lakukan, tetapi belum merata di semua titik. Kita masih perhatikan yang menjadi utama untuk mengatasi genangan ini," katanya.

Kepala BPBD Kota Pontianak, Haryadi Triwibowo menyampaikan bahwa pihaknya terus siaga 24 jam untuk mengantisipasi bencana alam seperti banjir. Ia memastikan bahwa pada banjir yang terjadi tidak ada korban jiwa dan belum ada warga yang mengungsi. Meskipun demikian, Haryadi menerangkan, untuk ketinggian banjir ada yang mencapai 1 meter seperti dikatakannya di kawasan Purnama.

"Saya sudah keliling di Pontianak Barat, Pontianak Selatan, Pontianak Timur. Karena kemarin hujan dari tanggal 13, 14 sampai 15 Juli 2021 gempolang tinggi dan hujan tinggi," ujarnya.

Ia mengantakan, banjir tidak hanya terjadi di sepanjang sungai Kapuas, namun juga termasuk di Pontianak Selatan di Purnama yang dan disemua wilayah Kota Pontianak hampir merata.

"Untuk di perumahan penduduk 15 sampai 30 centimeter dan untuk dijalan atau di halaman itu ada yang satu meter. Maka kita dari BPBD stanbay 24 jam, karena ini diprediksi sampai dua hari kedepan," ungkapnya.

Ia mengatakan, penyebab terjadinya banjir tersebut juga karena drainase yang sumbat sehingga aliran air kurang lancar dan permukiman yang rendah sehingga mudah tergenang.

"Maka solusi untuk jangka pendek kita stanbay 24 jam melalui medsos untuk waspada. Dan kita sudah membentuk konsep RT, RW, tangguh sehingga bisa antisipasi," terang Haryadi.

Kemudian untuk antisipasi luapan air semakin tinggi, dikatakakannya Pemkot Pontianak menyediakan fasilitas yang terdampak oleh luapan air.

"Untuk antisipasi jika rumah warga yang tak bisa ditempati bisa mengungsi di aula camat maupun kelurahan. Karena kita sudah koordinasi dengan Camat, Lurah, TNI-Polri," katanya.

"Kemudian untuk jangka panjang BPBD kerja sama dengan Bank Dunia untuk penanganan banjir di kota Pontianak tahun 2022 sudah mulai. Salah satunya normalisasi parit dan nenata kawasan sepanjang dan perbaikan pintu air," paparnya.

Kemudian, yang tak kalah pentingnya ia katakan adalah peran serta masyarakat untuk tetap menjaga kebersihan. "Budaya masyarakat pontianak mengelola sampah jangan sampai membuang sampah sembarangan. Karena kalau saluran air tersumbat akhirnya membuat menyumbat saluran sehingga terjadi genangan. Maka budaya menjaga kebersihan sangat penting," pungkasnya.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved