Breaking News:

Hujan Deras, Banjir dan Longsor Landa Sejumlah Wilayah di Kalimantan Barat

Selain itu, beberapa akses jalan juga terputus yang menyebabkan putusnya hubungan antarwilayah.

Editor: Jamadin
TRIBUNPONTIANAK/ISTIMEWA
Akibat diguyur hujan, ratusan rumah warga di Desa Pakak, Kecamatan Kayan Hilir, Kabupaten Sintang, tergenang air luapan sungai sungai genik. Arus genangan air setinggi pinggang orang dewasa juga menghanyutkan sejumlah ternak warga. Bukan itu saja, kaki bukit Bank di desa tersebut juga terjadi tanah longsor. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Sejumlah wilayah di Kalimantan Barat dilanda Banjir dan tanah longsong, Rabu 14 Juli 2021. Setidaknya, terdapat tujuh kabupaten/kota di Kalbar terdampak banjir atau tanah longsor, seperti Kota Pontianak, Kabupaten Kayong Utara, Kapuas Hulu, Landak, Sintang, Kubu Raya, dan Mempawah.

Hujan dengan intensitas tinggi dan air pasang (rob) diduga menjadi penyebab banjir. Ratusan rumah tergenang dan sebagian mengungsi akibat banjir tersebut.

Selain itu, beberapa akses jalan juga terputus yang menyebabkan putusnya hubungan antarwilayah.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana (BPBD) Kapuas Hulu, Gunawan, menyatakan laporan sementara dari lapangan ada belasan desa di lima kecamatan terendam banjir.

Kedalaman air bervariasi antara 1-3 meter. Banjir diduga akibat debit air sungai meluap, karena curah hujan tinggi.

Personel Polsek Toba Lakukan Monitoring dan Pengecekan Wilayah yang Berpotensi Terjadi Banjir

Adapun desa yang terendam banjir seperti, Desa Landau Rantau dan Landau Badai di Kecamatan Silat Hulu, lalu Desa Nanga Yen, Desa Tepuai, Sejahtera Mandiri di Kecamatan Hulu Gurung.

Kemudian, di Desa Jajang, Kecamatan Pengkadan), setelah itu Desa Nanga Betung, Landau Bunus, Nanga Jemah, dan Riam Mengelai di Kecamatan Boyan Tanjung, serta Desa Riam Piang, dan Semangut di Kecamatan Bunut Bulu.

"Untuk data korban yang terdampak banjir masih menunggu laporan dari kecamatan masing-masing. Semoga kondisi banjir segera surut dan tidak lama merendam pemukiman warga," harapnya.

Banjir di Kapuas Hulu juga melumpukan akses jalan di Kecamatan Jongkong. Kapolsek Jongkong, Ipda Dendy Arif Setiady menyatakan, pihaknya telah melakukan patroli mengecek lokasi rawan banjir.

Dendy menjelaskan, banjir terjadi karena curah hujan tinggi, pada Selasa 13 Juli 2021 malam, sehingga meningkatkan debet air sungai meluap dan merendam ruas jalan antar kecamatan.

Halaman
1234
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved