Banjir di Kalbar

Menjadi Langganan Banjir, Warga Purnama Pontianak Harap Ada Perbaikan Drainase

Selain disebabkan oleh hujan deras dan air pasang, Beni menerangkan bahwa kurang lancarnya aliran air di parit tersebut.

Penulis: Faisal Ilham Muzaqi | Editor: Try Juliansyah
TRIBUNPONTIANAK/MUHAMMAD ROKIB
Kendaraan warga mogok saat melintas di jalan Purnama Kota Pontianak Kalimantan Barat, Rabu 14 Juli 2021. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Warga Kota Pontianak Kalimantan Barat, Beni (59) mengaku bahwa banjir yang hampir merata di semua wilayah Kota Pontianak Kalimantan Barat, Rabu 14 Juli 2021 disebabkan oleh hujan deras yang berdurasi lama dan air pasang yang tinggi.

Beni yang merupakan warga di Purnama Pontianak memang sudah memprediksi akan terjadi banjir, lantaran air pasang sejak kamarin dan hujan tiada henti.

"Air pasang jam 10 an semalam sudah mulai naik dan hujan deras samai pagi. Jadi saya sudah prediksi akan banjir," ungkapnya.

Selain disebabkan oleh hujan deras dan air pasang, Beni menerangkan bahwa kurang lancarnya aliran air di parit tersebut.

Sebagaimana, dikatakan warga Purnama sejak tahun 1986 ini, Parit di Purnama merupakan aliran air satu-satunya yang ada dikawasan tersebut.

Bahkan semakin banyaknya permukiman atau perumahan dikawasan tersebut sehingga, diakuinya parit yang kecil pun ditimbus sehingga air mudah meluap.

"Parit disini satu-satunya, karena air dari ujung sana, dari parit Wak Gantak Kota Baru juga lewat disini. Sehingga ngendap dan meluap ditambah air pasang dan hujan," katanya.

Dirinya menyampaikan memang upaya pemerintah sudah dilakukan seperti normalisasi parit, namun dinilai kurang maksimal.

"Upaya yang dilakukan pemerintah habis barau sudah dua kali di jombo mengambil lumpur, tapi enggak merata, yang dijombo berjarak-jarak gitu," ujarnya.

Untuk itu, warga yang tinggal dikawasan tersebut sejak belum adanya listrik dari tahun 1986 ini berharap agar ada perbaikan drainase dan upaya lainnya dikawasan tersebut.

"Kita berharap agar ada perbaikan drainase, atau melakukan kajian karena air semakin tinggi," pungkasnya. (*)

(Simak berita terbaru dari Kalbar)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved