Breaking News:

Epidemiolog Ungkap Penyebab Umum Kematian Pasien Covid-19, Bantah Spekulasi Dokter Lois

Akibat pernyataannya, dr Lois Owien kemudian ditangkap dan ditetapkan tersangka dengan dijerat pasal berlapis.

Editor: Nasaruddin
Warta Kota/Alex Suban
Petugas yang mengenakan APD memakamkan jenazah dengan protokol Covid-19 di TPU Pondok Ranggon, Jakarta Timur, Rabu (30/12/2020). Lahan makam Covid-19 di TPU ini sudah penuh sejak 20 Desember 2020. Pengelola memakamkan jenazah dengan protokol Covid-19 dengan sistem tumpang atau di liang lahat keluarga. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID - Beberapa waktu terakhir, pernyataan dr Lois Owien menjadi sorotan berbagai pihak.

Pernyataan itu terkait dengan penyebab kematian pasien Covid-19 yang menurut dr Lois bukan karena infeksi virus, tapi lebih pada akibat interaksi antar obat.

Akibat pernyataannya, dr Lois Owien kemudian ditangkap dan ditetapkan tersangka dengan dijerat pasal berlapis.

Kabareskrim Polri Komjen Pol Agus Andrianto menyampaikan, pasal yang kenakan ke dr Lois pertama adalah tentang ujaran kebencian dan atau penyebaran berita bohong.

Kemudian, pasal UU tentang wabah penyakit menular karena dianggap menghalangi pelaksanaan penanggulangan yang telah diperjuangkan semua pihak untuk menghadapi pandemi Covid-19.

Singkawang Berlaku Jam Malam Selama PPKM Darurat, Batas Keluar Rumah Sampai Pukul 20.00 WIB

Terakhir, Agus menyatakan, dr Lois juga dianggap telah menyiarkan pernyataan yang tak pasti atau berlebihan yang dapat menyebabkan keonaran di masyarakat.

Epidemiolog Universitas Griffith Australia, Dicky Budiman membantah pernyataan dr Lois yang tidak percaya Covid-19.

Dicky menepis dugaan kematian pasien Covid-19 bukan karena virus tersebut melainkan interaksi obat.

Menurutnya, kondisi umum yang terjadi pada pasien Covid-19 yang mengalami kematian adalah karena adanya kegagalan pada fungsi organ paru.

Saat terinfeksi virus Covid-19, pasien biasanya akan mengalami serangan pada organ parunya, yang memungkinkan mengalami kegagalan dalam melakukan penyerapan oksigen.

Halaman
123
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved