Sutarmidji Ancam Cabut Izin Perusahaan Oksigen di Kalbar Jika Tak Penuhi Kebutuhan Rumah Sakit
Gubernur Kalimantan Barat (Kalbar) Sutarmidji mengancam akan mencabut ijin bagi perusahaan distributor Oksigen, jika ditemukan menjual Oksigen tidak d
Penulis: Ferryanto | Editor: Hamdan Darsani
TRIBUN PONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Gubernur Kalimantan Barat (Kalbar) Sutarmidji mengancam akan mencabut ijin bagi perusahaan distributor Oksigen, jika ditemukan menjual Oksigen tidak diperuntukan rumah sakit di kalbar selama pemberlakuan PPKM Darurat.
Tak hanya itu saja, dirinya akan melaporkan ke pihak berwajib untuk mempertanggung jawabkan perbuatan mereka tersebut.
“Pemasukan Oksigen kita sudah berupaya semaksimal mungkin jangan sampai putus. Kita juga akan mengawasi bagi distributor Oksigen kedapatan tidak bisa menyediakan pasokan ke rumah sakit selama PPKM Darurat namun dijual ke industri karena beda harga kita cabut dan putus kerjasamanya," ujarnya Sutarmidji
"Kalau perlu mereka (distributor Oksigen) kita laporkan,” ujar Sutarmidji dengan tegas usai menghadiri Rapat Koordinasi PPKM Darurat di Wilayah Provinsi Kalbar, di Makodam XII/ Tanjungpura, Senin 12 Juli 2021.
• Selama PPKM Darurat, Berikut Pelayanan di Samsat Pontianak
Ia mengungkapkan, pada hari ini Pemerintah Provinsi Kalbar telah mendata adanya penambahan Oksigen tanktainer atau ISO Tank yang berisikan Oksigen untuk kebutuhan di daerah Kalbar.
“Hari ini ada satu ISO Tank yang datang itu bisa untuk 2200 tabung oksigen per enam meter kubik, dan saya sudah perintahkan untuk rumah sakit semuanya, dan kita akan langsung bayar," ujarnya.
"Untuk rumah sakit RSUD. Soedarso saja membutuhkan 300 sampai 400 tabung perhari belum lagi rumah sakit lainnya. Kita akan awasi betul distribusi Oksigen di Kalbar ini, jangan main-main,” tegasnya.
Dirinya pun meminta, pihak rumah sakit manapun yang ada di kalbar untuk menangani serius dan baik terhadap pasien yang terpapar Coovid-19 di Kalbar.
• Dukung PPKM Mikro dan Darurat, Kodam XII Tanjungpura Kerahkan 800 Personel
Dari data yang didapatnya dan laporan dari masyarakat ada beberapa pasien yang dirujuk dari rumah sakit asal menuju ke rumah sakit rujukan lainya, pasien tersebut meninggal dunia. Gubernur Kalbar berharap tidak ada lagi pasien Covid-19 yang meninggal akibat rujukan ke rumah sakit lainnya.
Berdasarkan data dan laporan, beberapa pasien meninggal di rumah sakit itu pindahan dari rumah sakit asal awal si pasien.
"Banyak juga yang meninggal di IGD rumah sakit rujukan, kenapa kalau pindah sudah parah apalagi sudah memakai tabung Oksigen lebih baik tidak dipindahkan, tidak boleh dipindahkan itu bahaya mereka jika pasien sudah menggunakan tabung Oksigen dua menit saja terlambat saturasinya bisa langsung anjlok. Jadi jangan dipindah-pindahkan,” tegasnya. (*)
(Update Informasi Seputar Kalimantan Barat)