Breaking News:

Mgr Agustinus dan Bupati Landak Peletakan Batu Pertama Gereja Paroki Simpang Tiga Banyuke Hulu

Sejak berdirinya paroki ini, diberikan kepada Kongregasi Carmelitae Sancti Eliae (CSE) yang berkarya di Bandol, pada tahun 2012

Penulis: Stefanus Akim | Editor: Stefanus Akim
IST/Komsos KAP
PEMBANGUNAN - Uskup Agung Pontianak Mgr Agustinus Agus bersama Bupati Landak Karolin Margret Natasa melakukan pelatakan batu pertama pembangunan Gereja Paroki St Theresia dari Kanak-kanak Yesus, Simpang Tiga, Kecamatan Banyuke Hulu, Kabupaten Landak, Jumat pagi, 9 Juli 2021, pukul 10.00 WIB. 

Pastor Albert mengakui bahwa awalnya memang masih mau didirikan namun masih melihat animo umat, serta antusiasme dalam hidup menggereja.

“Puji Tuhan kerinduan ini bisa terwujud, dan terima kasih kepada Mgr Agustinus Agus yang mendukung kami untuk membangun gereja ini,” lanjut Pastor Albert. “Bukan hanya dukungan moral, tetapi juga finansial. Begitu juga dukungan dari pemerintah Kabupaten Landak yang selalu mendukung kami.”

BANTUAN - Bupati Landak Karolin Margret Natasa disaksikan Uskup Agung Pontianak Mgr Agustinus Agus menyerahkan bantuan untuk pembangunan Gereja Paroki St Theresia dari Kanak-kanak Yesus, Simpang Tiga, Kecamatan Banyuke Hulu, Kabupaten Landak, Jumat pagi, 9 Juli 2021.
BANTUAN - Bupati Landak Karolin Margret Natasa disaksikan Uskup Agung Pontianak Mgr Agustinus Agus menyerahkan bantuan untuk pembangunan Gereja Paroki St Theresia dari Kanak-kanak Yesus, Simpang Tiga, Kecamatan Banyuke Hulu, Kabupaten Landak, Jumat pagi, 9 Juli 2021. (IST/Komsos KAP)

Uskup Bangga Perkembangan Umat
Uskup Agung Pontianak, Mgr Agustinus Agus, berterima kasih atas inisiatif yang diambil Kongregasi CSE untuk membangun gereja dan memang sudah lama membicarakanya.

Keuskupan akan tetap akan mendukung serta sangat bangga dengan perkembangan umat yang ada di Paroki-paroki. Mgr Agustinus juga mengungkapkan di pihak lain, perkembangan tersebut harus didukung dengan dana yang memadai.

“Sampai sekarang sejak saya datang ke Pontianak 2014, sudah ada 5 paroki baru, mulai dari Karangan, Jelimpo, Jagoi Babang, Mempawah, dan Mandor dan tanggal 20 Juli ini saya akan meresmikan Monterado sebagai paroki baru,” kata Uskup Agus.

Dalam kesempatan itu juga, Mgr Agus menyampaikan beberapa bulan yang lalu, Bupati Landak sudah meletakan batu pertama pembangunan di Meranti. “Saya sudah ke sana melihatnya dan itu juga merupakan cikal bakal paroki baru,” kata Uskup Agus.
Mgr Agustinus Agus melihat sama seperti Meranti, jika ada gereja maka harus dibangun pastoran. “Oleh karena itu kalau pihak keuskupan yang ‘nampaknya seakan-akan kurang mendukung’ pembangunan daerah, bukan berarti tidak mendukung, tapi kita harus mengutamakan prioritas,” ujarnya.

Uskup juga mengingat kembali untuk Desember tahun 2020 yang lalu, telah dilaksanakannya peletakan batu pertama pembangunan tempat tinggal Uskup di Pontianak. “Dan itu juga membutuhkan dana,” lanjut Uskup Agus.

“Keinginan saya jika pusat menjadi kuat tentu arah kita juga ke daerah-daerah, walaupun demikian tetap kita bantu, misalnya peletakan batu pertama gereja di Lingga, Sungai Ambawang dan membantu pembangunan. Di lain sisi saya juga masih membantu membangun menyelesaikan Gereja Pahauman,” kata Mgr Agustinus Agus.

Sebagai Uskup Agung Pontianak, Mgr Agustinus Agus berharap umat mendukung maksimal, apa yang bisa dibantu, sebab kekuatan gereja adalah kebersamaan.

“Covid19 ini mengajar kita untuk mampu mandiri, gereja tidak mungkin lagi hidup dari derma,” lanjut Uskup. “Jadi kadang-kadang, begitu ketika tidak ada orang kegereja lagi derma anjlok sampai 80%.”
Uskup Agus menggarisbawahi kemandirian haruslah mutlak, karena gereja sekarang tidak bisa hidup lagi dari donatur, maka apapun harus diberdayakan misalnya daerah ini ada sawah dan kolam ikan maka beradayakanlah.

Halaman
123
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved