Breaking News:

Mgr Agustinus dan Bupati Bengkayang Tinjau Lokasi Pembangunan Gereja Paroki di Ledo

Bupati Bengkayang Sebastianus Darwis mengajak Mgr Agustinus meninjau lokasi tanah Pemda yang akan dihibahkan kepada Keuskupan Agung Pontianak

Penulis: Stefanus Akim | Editor: Stefanus Akim
IST/Komsos KAP
TINJAU - Uskup Agung Keuskupan Agung Pontianak, Mgr Agustinus Agus bersama Bupati Bengkayang Sebastianus Darwis SE MM meninjau lokasi untuk pembangunan Gereja Paroki Santo Petrus dan Paulus Ledo di Jalan Raya Ledo, Kabupaten Bengkayang, Sabtu, 10 Juli 2021. 

Oleh: Samuel | Staf Komisi Komunikasi Sosial (Komsos) Keuskupan Agung Pontianak (KAP)

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, BENGKAYANG - Uskup Agung Keuskupan Agung Pontianak, Mgr Agustinus Agus bersama Bupati Bengkayang Sebastianus Darwis SE MM meninjau lokasi untuk pembangunan Gereja Paroki Santo Petrus dan Paulus Ledo di Jalan Raya Ledo, Kabupaten Bengkayang, Sabtu, 10 Juli 2021.

Lokasi tersebut merupakan persiapan pemekaran untuk Paroki Ledo. Dalam pertemuan itu, Bupati Bengkayang Sebastianus Darwis mengajak Mgr Agustinus meninjau lokasi tanah Pemda yang dijanjikan untuk dihibahkan kepada Keuskupan Agung Pontianak (KAP) dengan luas empat hektare.

Lokasi tanah hibah itu berada di Jl Raya Ledo, Lesabela, Ledo, Kabupaten Bengkayang, Kalbarm persis depan SMAN 1 Ledo.

Uskup Agung Pontianak, Mgr Agustinus Agus menilai Bupati Bengkayang Sebastianus Darwis sangat mendukung dan berani mengambil langkah untuk berubah serta berinovasi.

“Bupati sudah melihat bagaimana ke depan membuat Kabupaten Bengkayang menjadi terdepan,” lanjut Uskup Agus.

Ia menambahkan, “Bupati sadar dengan tanda-tanda bahwa border itu dibuka, maka Kabupaten Bengkayang bisa menjadi potensial membuat daya tarik sehingga memungkinkan orang Malaysia, Sarawak akan menuju ke Bengkayang.”

Uskup juga mengapresiasi langkah Bupati Bengkayang Sebastianus Darwis yang peduli dengan gereja dan menudukung pemekaran paroki. Semua dilakukan dalam konteks harapan untuk pembinaan umat yang lebih intensif sehingga orang lebih beriman.

Uskup Agusng Pontianak Mgr Agustinus mengatakan sebelum menghibahkan secara resmi tanah tersebut, Bupati Bengkayang Sebastianus Darwis akan cek terlebih dahulu. Termasuk legalitas dari sisi hukum.

“Saya juga tidak mau bupati mendapatkan masalah dengan hibah tanah tersebut. Untuk itu tanah tersebut harus dicek kembali. Untuk melihat apakah ada sengketa atau tidak ada sengketa,” kata Uskup Agung Pontianak Mgr Agustinus.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved