Breaking News:

Lantik Dewan Pastoral Paroki, Mgr Agustinus Ajak Umat Jaga Nyawa dan Jiwa Selama Pandemi

Ketika wabah pandemi covid-19 datang seperti saat ini, sebagai umat tidak hanya saling menjaga nyawa namun harus menjaga jiwa,” kata Uskup.

Penulis: Stefanus Akim | Editor: Stefanus Akim
IST/Komsos KAP
DEWAN PAROKI - Uskup Agung Pontianak Mgr Agustinus Agus melantik dan memberkati para anggota Dewan Pastoral Paroki St Theresia dari Kanak-kanak Yesus, Simpang Tiga, di Semade, Banyuke Hulu, Kabupaten Landak, Kalbar, Jumat pagi, 9 Juli 2021. 

CITIZEN REPORTER
Oleh: Samuel | Staf Komisi Komunikasi Sosial (Komsos) Keuskupan Agung Pontianak (KAP)

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, LANDAK - Uskup Agung Keuskupan Agung Pontianak, Mgr Agustinus Agus, meminta para Dewan Pastoral Paroki St Theresia dari Kanak-kanak Yesus, Simpang Tiga, yang beralamat di Semade, Banyuke Hulu, Kabupaten Landak, Kalbar untuk memerangi budaya ketidakpedulian terutama di masa pandemic covid-19.

“Perubahan datang dari kehidupan yang selaras dengan ciptaan. Ketika wabah pandemi covid-19 datang seperti saat ini, sebagai umat tidak hanya saling menjaga nyawa namun harus menjaga jiwa,” kata Uskup Agung Pontianak Mgr Agustinus saat pelantikan 44 anggota Dewan Pastoral Paroki St Theresia dari Kanak-kanak Yesus Simpang Tiga, Jumat pagi, 9 Juli 2021.

Dalam homilinya, Mgr Agustinus Agus mengatakan peranan teknologi dalam membantu menyelaraskan perkembangan keadaan sekaligus mengimbau untuk cermat dalam menggunakan teknologi tersebut.

“Cermat yang dimaksud sini adalah pintar untuk membaca tanda-tanda zaman. Maka dari itu sebagaimana dikatakan dalam Kitab Suci yaitu tulus seperti merpati, licik seperti ular,” Lanjut Mgr Agus.

“Licik yang dimaksud disini yaitu bermakna positif, lebih tepatnya menggunakan akal budi dalam melayani dan bekerja,” kata Mgr Agustinus menambahkan.

DEWAN PAROKI - Uskup Agung Pontianak Mgr Agustinus Agus bersama para anggota Dewan Pastoral Paroki St Theresia dari Kanak-kanak Yesus, Simpang Tiga, di Semade, Banyuke Hulu, Kabupaten Landak, Kalbar, Jumat pagi, 9 Juli 2021.
DEWAN PAROKI - Uskup Agung Pontianak Mgr Agustinus Agus bersama para anggota Dewan Pastoral Paroki St Theresia dari Kanak-kanak Yesus, Simpang Tiga, di Semade, Banyuke Hulu, Kabupaten Landak, Kalbar, Jumat pagi, 9 Juli 2021. (IST/Komsos KAP)

Di antara banyaknya tafsiran tentang perkataan tersebut, Mgr Agustinus menyederhanakannya bahwa dalam kondisi pandemi covid-19, sebagai anggota DPP untuk periode 2021-2024 harus mampu untuk membaca tanda-tanda zaman.

“Jangan kemudian karena zaman, semangat melayani menurun karena dimanjakan oleh sajian misa online di tengah pandemi,” jata Uskup Agung Pontianak, Mgr Agustinus Agus.

“Ini bukan berarti boleh kumpul dalam kerumunan, namun justru kesempatan ini digunakan untuk mengoptimalisasikan diri dan memaksa umat secara sadar menghayati iman di tengah krisis dunia,” ujar Mgr Agistinus Agus.

Uskup Agung Pontianak Mgr Agustinus Agus mengungkapkan bahwa yang paling penting di masa pandemi Covid-19 saat ini, peranan umat harus nyata dan memiliki dampak positif yang besar baik dari perkembangan iman maupun kesehatan.

“Bagaimana caranya menjaga nyawa di tengah pandemi covid-19? Hal yang mudah adalah mendukung pemerintah untuk kampanye suntik vaksin dan tetap mengenakan protokol kesehatan,” tambah Uskup.

“Di lain sisi, sebagai umat Katolik jangan sampai kehilangan esensi kekatolikkannya, karena selain menjaga nyawa, umat Kristiani juga harus menjaga jiwa. Karena dengan itulah, dasar iman dan simbolik dari iman akan Kristus.” ujar Mgr Agustinus Agus.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved