Breaking News:

Batasi Mobilitas Masyarakat Agar Pontianak Keluar dari Zona Merah, Penyekatan Hingga Razia

Hal tersebut dilakukan sebagai bentuk dukungan dalam penerapan PPKM darurat semi Lockdown yang akan dimulai pada 12 Juli sampai 20 Juli 2021.

Penulis: Muhammad Rokib | Editor: Try Juliansyah
TRIBUNPONTIANAK/MUHAMMAD ROKIB
Suasana penyekatan di simpang empat PCC Jalan Ahmad Yani Kota Pontianak Kalimantan Barat. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Kapolresta Pontianak Kota Kombes. Pol. Leo Joko Triwibowo bahwa pihaknya akan melakukan penyekatan 24 jam di beberapa ruas jalan di pusat-pusat kota maupun di batas kota.

Hal tersebut dilakukan sebagai bentuk dukungan dalam penerapan PPKM darurat semi Lockdown yang akan dimulai pada 12 Juli sampai 20 Juli 2021.

Sebagaimana kebijakan tersebut menindaklanjuti intruksi dari pemerintah pusat yang menetapkan agar Kota Pontianak dan Singkawang menerapkan PPKM darurat.

"Maka kami dari pihak kepolisian pasti mendukung program tersebut. Kami akan melaksanakan penyekatan jalan sehingga di wilayah kota Pontianak betul-betul bisa steril dan utamanya penyebaran covid-19 bisa ditekan supaya tidak menjadi zona merah kembali," ungkap Kapolresta, Minggu 11 Juli 2021.

PPKM Darurat, Penyekatan dan Pembatasan Jalan di Pontianak 24 Jam

Adapun lokasi ruas jalan yang akan akan dilakukan penyekatan atau penutupan diantaranya adalah Batu Layang, Tanjung Hulu, Simpang Tanjung Raya, Simpang Parit Mayor, Simpang Soedarso Jalan Adisucipto, Simpang Polda Kalbar jalan Ahmad Yani, Simpang Jalan Deponegoro, Simpang Pajak, Simpang Jalan Karet-Jalan Komyos Sudarso dan Simpang Flamboyan serta di Jeruju Kota Pontianak Kalimantan Barat.

Ia menegaskan bahwa penyekatan akan dilakukan 24 jam selama PPKM darurat.

Kapolresta menyampaikan, sebelum dilakukan penyekatan, pihaknya terlebih dahulu mensosialisasikan dan kemungkinan akan mulai dilakukan penyekatan 24 jam mulai Selasa 13 Juli 2021.

"Mungkin senin (12 Juli 2021) sampai Selasa (13 Juli 2021) mungkin masih ada penyesuaian, tetapi sudah meminta kepada Gubernur untuk bisa menyampaikan ke Kominfo Provinsi supaya menyampaikan ke seluruh Kabupaten/Kota mulai tanggal 12 Juli 2021 supaya warga masyarakat yang niatnya akan ke Kota Pontianak agar ditangguhkan atau ditunda dulu. Kecuali memang alasan yang betul-betul sangat penting seperti meninggal Dunia atau sakit itu baru bisa," jelasnya.

Kapolresta menjelaskan penertiban ataupun penyekatan yang dilakukan agar masyarakat tetap di rumah saja.

Bahkan pihaknya dalam hal ini juga akan melakukan razia di wilayah kota.

"Nanti akan beberapa kali kita lakukan razia, apabila keluar rumah tanpa alasan yang jelas kita akan laksanakan pemeriksaan, baik STNK maupun SIM sehingga kita berharap masyarakat tetap akan tertib di rumah," tegasnya.

"Dan saya harapkan tidak ada kepanikan karena toko-toko sembako kita masih buka. Kalau masyarakat menginginkan membeli barang-barang tersebut masih kita beri toleransi," pungkasnya. (*)

(Simak berita terbaru dari Kalbar)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved