Breaking News:

Pola Hidup Sehat

Bagaimana Efek Sabu Bekerja Dalam Tubuh? Ternyata Mampu Merusak Struktur Otak

Metamfetamin adalah obat yang digunakan untuk mengobati gangguan hiperaktif atau attention deficit hiperactivity disorder (ADHD) dan narkolepsi.

Editor: Maudy Asri Gita Utami
Ist
Dua klip plastik berisi bubuk kristal putih diduga narkoba jenis sabu yang diamankan dari Bayu Hendra alias Agus Tato di Jalan Mungguk Serantung, Gang Suka Maju, Kelurahan Kapuas Kanan Hulu, Kecamatan Sintang, Sabtu (16/9/2017) sore. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID- Penggunaan narkotika adalah hal ilegal yang bisa merusak tubuh dan berakibat fatal di ranah hukum.

Seperti sabu, mengonsumsi sabu tidak boleh jika dilakukan pada sembarangan orang. 

Sabu adalah obat stimulan yang sangat kuat bagi sistem saraf pusat.

Nama lain obat ini adalah metamfetamin. Artikel ini akan membahas bagaimana efek sabu pada tubuh dan bagaimana obat ini menimbulkan kecanduan.

Metamfetamin adalah obat yang digunakan untuk mengobati gangguan hiperaktif atau attention deficit hiperactivity disorder (ADHD) dan narkolepsi.

[Update Informasi Lainnya Disini]

Aburizal Bakrie Angkat Bicara, Dukung Anak Jalani Proses Rehabilitasi

Metamfetamina, disingkat met, dan dikenal di Indonesia sebagai sabu-sabu, adalah obat psikostimulansia dan simpatomimetik.

Obat ini dipergunakan untuk kasus parah gangguan hiperaktivitas kekurangan perhatian atau narkolepsi dengan nama dagang Desoxyn, tetapi juga disalahgunakan sebagai narkotika.

Narkolepsi adalah gangguan sistem saraf yang membuat orang tertidur secara berlebihan dan tiba-tiba.

Bentuk sabu yang sering disalahgunakan oleh pecandu adalah dalam bentuk serbuk putih. Serbuk putih ini merupakan bentuk halus dari kristal meth. Serbuk ini tidak berbau, pahit, dan mudah larut dalam air.

Sat Narkoba Polres Landak Grebek Rumah Pengedar Sabu-sabu di Pahauman

Halaman
123
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved