Miris Mahasiswa di Pontianak Ketangkap Pesan 1 Kg Ganja untuk Dijual dan Pakai Sendiri

Kasi Penyidikan BNNP Kalbar Stevanny Valentino, menjelaskan, 1 kg ganja itu diamankan dari seorang mahasiswa bernisial RZ (23) warga kecamatan Pontian

Penulis: Ferryanto | Editor: Rivaldi Ade Musliadi
TRIBUNPONTIANAK/DESTRIADI YUNAS JUMASANI
Press release sekaligus pemusnahan yang diduga ganja seberat 1.049,3 gram dengan cara dibakar di Kantor BNN Kota Pontianak, Jalan Sultan Hamid II, Pontianak, Kalimantan Barat, Jumat 9 Juli 2021. Tersangka Rn diduga memesan ganja tersebut dari Medan dengan menggunakan jasa pengiriman ekspedisi, atas informasi jasa ekspedisi tersebut tersangka beserta barang bukti dapat diamankan BNNP Kalbar. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID,PONTIANAK - 1 KG Narkoba jenis ganja di musnahkan dengan cara dibakar oleh Badan Narkotika Nasional Kalimantan Barat (BNN Kalbar), jumat 9 Juli 2021.

Sebelum di bakar, ganja yang masih terbungkus dalam terbungkus plastik berwarna coklat terlebih dahulu di tes menggunakan alat tes cepat oleh petugas.

Bertempat di kantor BNN Kota Pontianak, Pemusnahan ini dipimpin Kasi Penyidikan BNNP Kalbar Stevvany Valentino, didampingi Kepala BNN Kota Pontianak AKBP Ngatiya.

Press release sekaligus pemusnahan yang diduga ganja seberat 1.049,3 gram dengan cara dibakar di Kantor BNN Kota Pontianak, Jalan Sultan Hamid II, Pontianak, Kalimantan Barat, Jumat 9 Juli 2021. Tersangka Rn diduga memesan ganja tersebut dari Medan dengan menggunakan jasa pengiriman ekspedisi, atas informasi jasa ekspedisi tersebut tersangka beserta barang bukti dapat diamankan BNNP Kalbar.
Press release sekaligus pemusnahan yang diduga ganja seberat 1.049,3 gram dengan cara dibakar di Kantor BNN Kota Pontianak, Jalan Sultan Hamid II, Pontianak, Kalimantan Barat, Jumat 9 Juli 2021. Tersangka Rn diduga memesan ganja tersebut dari Medan dengan menggunakan jasa pengiriman ekspedisi, atas informasi jasa ekspedisi tersebut tersangka beserta barang bukti dapat diamankan BNNP Kalbar. (TRIBUNPONTIANAK/DESTRIADI YUNAS JUMASANI)

Kasi Penyidikan BNNP Kalbar Stevanny Valentino, menjelaskan, 1 kg ganja itu diamankan dari seorang mahasiswa bernisial RZ (23) warga kecamatan Pontianak Barat, yang berkuliah di salah satu perguruan tinggi yang ada Pontianak.

Ia menjelaskan, pada 27 Juni 2021, pihaknya mendapat informasi dari pegawai ekspedisi yang mencurigai sebuah paket yang dikirim dari Kota Medan diduga berisi narkoba, dimana paket itu dikirim ke gudang perusahaan ekpedisi itu yang ada di Kecamatan Pontianak Barat.

EFEK BUAH Kecubung Lebih Berbahaya Dari Ganja, Apa itu Buah Kecubung?

setelah berkoordinasi dengan pihak perusahaan, petugas BNNP melakukan pengintaian terhadap penerima paket.

''Pada senin 28 juni 2021, sekira pukul 08.00, RZ ini datang dan mengambil paket itu, dan saat itu juga kita melakukan penangkapan,''ungkapnya.

RZ, mahasiswa di Kota Pontianak yang ditangkap oleh BNN P Kalbar saat mengambil 1 kg ganja pesanannya dari sebuah perusahaan Ekspedisi, ketika dihadirkan saat pemusnahaan barang bukti, Jumat 9 Juli 2021.
RZ, mahasiswa di Kota Pontianak yang ditangkap oleh BNN P Kalbar saat mengambil 1 kg ganja pesanannya dari sebuah perusahaan Ekspedisi, ketika dihadirkan saat pemusnahaan barang bukti, Jumat 9 Juli 2021. (TRIBUNPONTIANAK/FERRYANTO)

Dari pemeriksaan, RZ mengaku memesan ganja itu dari orang bernama Farin di Kota Medan dengan harga 5 juta per kilogram, dan saat ini Farin masih dalam pencarian.

''ini merupakan kali kedua RZ ini memesan ganja itu dari, sebelumnya beberapa waktu lalu RZ juga memesan, selain digunakan sendiri, dia juga mengaku bahwa ganja ini ia jual''ungkapnya.

Press release sekaligus pemusnahan yang diduga ganja seberat 1.049,3 gram dengan cara dibakar di Kantor BNN Kota Pontianak, Jalan Sultan Hamid II, Pontianak, Kalimantan Barat, Jumat 9 Juli 2021. Tersangka Rn diduga memesan ganja tersebut dari Medan dengan menggunakan jasa pengiriman ekspedisi, atas informasi jasa ekspedisi tersebut tersangka beserta barang bukti dapat diamankan BNNP Kalbar.
Press release sekaligus pemusnahan yang diduga ganja seberat 1.049,3 gram dengan cara dibakar di Kantor BNN Kota Pontianak, Jalan Sultan Hamid II, Pontianak, Kalimantan Barat, Jumat 9 Juli 2021. Tersangka Rn diduga memesan ganja tersebut dari Medan dengan menggunakan jasa pengiriman ekspedisi, atas informasi jasa ekspedisi tersebut tersangka beserta barang bukti dapat diamankan BNNP Kalbar. (TRIBUNPONTIANAK/DESTRIADI YUNAS JUMASANI)

Stevvany mengaku miris dengan pengungkapan kasus ini, pasalnya RZ yang merupakan mahasiswa harusnya paham akan bahaya narkoba, bukan malah memesan narkoba dengan jumlah yang besar.

''Kepada seluruh masyarakat, kami berpesan jangan menggunakan narkoba, karena kami benar - benar dalam kondisi perang terhadap narkoba,''pesannya. (*)

(Simak berita terbaru dari Pontianak)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved