Breaking News:

Minamas Plantation Ajak Dunia Pendidikan Turut Bersinergi Menjaga Lingkungan

Guru harus menjadi garda terdepan, perusahaan juga harus meminimalisasi bagaimana limbah reduce, reuse, recycle dalam rangka meminimalisir masalah

Editor: Nina Soraya
TRIBUN PONTIANAK/NINA SORAYA
Sesditjen Pegakam Hukum Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Sugeng Priyanto dalam Seminar dan Sosialisasi Membangun Sekolah Peduli Api dan Pendidikan Karakter di Tengah Pandemi Batch-2 pada Kamis, 8 Juli 2021. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Minamas Plantation menggelar Seminar dan Sosialisasi Membangun Sekolah Peduli Api dan Pendidikan Karakter di Tengah Pandemi Batch-2 pada Kamis, 8 Juli 2021.

Satu di antara narasumbernya adalah Dr Drs Sugeng Priyanto M.Si yang merupakan Sesditjen Pegakam HukumKementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.

Founder IHF Sebut Penanganan Kesehatan Mental Penting Dalam Membangun Pendidikan Karakter

Sugeng Priyanto menyampaikan bahwa memang sumber daya alam bisa dieksploitasi tidak terbatas, padahal sumber daya alam memiliki daya dukung, daya tampung sehingga harus dijaga biar bisa keberlanjutan.

“Persoalan lingkungan banyak sekali, seperti pencemaran, limbah dan lainnya. Guru harus menjadi garda terdepan, perusahaan juga harus meminimalisasi bagaimana limbah reduce, reuse, recycle dalam rangka meminimalisir masalah lingkungan yang muncul,” katanya.

Komitmen Jaga Lingkungan, Minamas Plantation Berikan Pendidikan Karakter Bagi Ratusan Guru

Dalam seminar tersebut, pihaknya dapat mengajak lebih banyak lagi elemen masyarakat yaitu dunia pendidikan agar bersama-sama membangun kesadaran hukum masyarakat akan pentingnya hak dan kewajiban dalam mencegah Karhutla.

"Mari kita bersama-sama dengan tokoh masyarakat dan para pelaku lapangan kita bangun bersama orkestra menjaga alam untuk tidak terjadi karhutla. Sehingga, masyarakat memiliki dan beraktualisasi dengan kesadaran hukum serta menggunakan hak dan kewajibannya dalam mengelola sumber daya alam, pada konteks ini jangan sampai terjadi kebakaran,” katanya. 

PERINGATAN DINI Cuaca Ekstrem Melanda Kalbar 9-13 Juli 2021 Sejumlah Daerah Berpotensi Karhutla

Sementara itu Koordinator Bidang Diseminasi Iklim dan Kualitas Udara BMKG, Hary Tirto Djatmiko, mengatakan perlunya melibatkan dunia pendidikan dalam membantu mitigasi Karhutla dan bencana alam merupakan salah satu solusi internal di masyarakat untuk mengurangi dampak bencana, serta membiasakan masyarakat untuk tanggap dan sigap terhadap bencana yang terjadi.

"Pendidikan kebencanaan bermacam-macam bentuknya dimulai dari penangulangan bencana berbasis masyarakat, pendidikan kebencanaan untuk menuju masyarakat sadar bencana, serta kearifan lokal masyarakat dalam menangani bencana,” katanya.

Pemerintah Pusat Nilai Tana Bentarum Kapuas Hulu Berhasil Kendalikan Karhutla

CEO Minamas Plantation, Shamsuddin Muhammad, menjelaskan ada 700 guru baik tingkat TK, SD, SMP hingga SMA yang ikut berpartisipasi.

Terkait pendidikan karakter ini sudah diajarkan sejak 2015 lalu dan diajarkan dari tim Indonesia Heritage Foundation.

Menurutnya tujuan pendidikan karakter tidak lepas untuk membangun budaya dan budi pekerti yang baik dengan penciptanya maupun dengan lingkungannya.

Cegah Karhutla, Minamas Plantation Dirikan Sekolah Peduli Api

“Adapun tujuan kami dari seminar dan sosialiasi ini kami ingin bagikan ilmu dan pemahaman ke tenaga pendidik kami akan pentingnya menjaga lingkungan sekitar dan pada akhirnya bisa memberikan pembelajaran tersebut pada anak- anak didik sebagai generasi muda penerus bangsa yang mencintai lingkungan,” ungkap Shamsuddin Muhammad.

Dia menjelaskan perusahaan tersbut percaya dengan lingkungan yang baik, maka akan baik pula tumbuh kembang anak-anak di masa mendatang.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved