Tips Kesehatan
Terapi Covid-19, Penggunaan Obat Antibiotik Tidak Disarankan Pada Pasien Bergejala Ringan
Beberapa pilihan terapi Covid-19 tertuang di dalam Pedoman Tatalaksana Covid-19 yang disusun oleh beberapa perhimpunan dokter di Indonesia.
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID- Banyak yang terkena Covid-19. Dengan tingginya angka tersebut, pemerintah memberlakukan PPKM Darurat di seluruh Indonesia.
Bagi yang sudah pernah terpapar Covid-19 ada baiknya untuk terus melakukan terapi penyembuhan Covid-19.
Hal ini dilakukan agar virus tidak menyebar dan menginfeksi penyakit lain.
Saat ini belum ada satu pun terapi definitif yang benar-benar menyembuhkan pasien yang terinfeksi Covid-19.
Para peneliti dan tim medis melakukan berbagai pendekatan perawatan yang berbeda.
[Update Informasi Covid-19 Lainnya Disini]
• Cara Klaim Paket Obat Gratis Covid-19 Pasien Isolasi Mandiri dan Cara Daftar di Layanan Telemedicine
Beberapa pilihan terapi Covid-19 tertuang di dalam Pedoman Tatalaksana Covid-19 yang disusun oleh beberapa perhimpunan dokter di Indonesia.
Penyusun pedoman ini adalah Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI), Perhimpunan Dokter Spesialis Kardiovaskular Indonesia (Perki), Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia (Papdi), Perhimpupan Dokter Anestesiologi dan Terapi Intensif Indonesia (Perdatin), dan Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI).
Anti IL-6 (Tocilizumab)
Badai sitokin banyak ditemukan pada pasien Covid-19 dengan gejala berat.
Badai sitokin adalah respons sistem imun tubuh yang berlebihan akibat infeksi yang ditandai pelepasan sitokin yang tidak terkontrol, terutama IL-6.
Kondisi ini akan menyebabkan inflamasi sistemik dan kerusakan organ tubuh.
Badai sitokin dapat menyebabkan acute respiratory distress syndrome (ARDS) hingga kematian.
Beberapa penelitian menunjukkan bahwa penggunaan Tocilizumab bisa mengatasi kondisi ini dengan menurunkan penanda inflamasi yaitu CRP, ferritin, dan IL-6.
Selain itu, pasien yang dirawat dengan terapi ini juga menunjukkan perbaikan secara klinis.
Tocilizumab adalah antibodi monoklonal yang berfungsi sebagai antagonis reseptor IL-6.
Obat ini bisa diberikan secara intravena atau subkutan pada pasien Covid-19 dengan gejala berat dan kritis yang diduga mengalami hiperinflamasi.
• Dua Kota di Kalbar Zona Merah Penyebaran COVID-19, Okupansi RS Picu Kota Singkawang Jadi Zona Merah
Anti IL-1 (Anakinra)
Mekanisme obat ini hampir mirip dengan obat di atas, namun spesifik sebagai antagonis IL-1.
Obat ini juga bermanfaat untuk mengatasi hiperinflamasi pada pasien yang mengalami ARDS akibat infeksi virus SARS-CoV-2.
Anakinra dapat menurunkan kebutuhan ventilasi mekanis invasif serta mengurangi risiko kematian pada pasien dengan gejala berat dan kritis.
Antibiotik
Penggunaan antibiotik berlebihan pada pandemi Covid-19 berpotensi menyebabkan resistensi antibiotik.
Hingga saat ini belum ada penelitian yang menunjukkan penggunaan antibiotik bisa menyembuhkan penyakit covid.
Namun, penggunaannya diduga mengacu pada kejadian infeksi sekunder pada infeksi influenza.
Dalam seminar Isolasi Mandiri Pasien Covid yang diselenggarakan oleh Departemen Pulmonologi dan Kedokteran Respirasi FKUI, dr. Heidy Agustin, Sp.P(K) memaparkan mengenai penggunaan antiobiotik pada pasien Covid-19.
Hal ini senada dengan rekomendasi dari World Health Organization (WHO).
• Indonesia Kedatangan 998 Ribu Dosis Vaksin Bantuan Pemerintah Jepang
Penggunaan antibiotik tidak direkomendasikan untuk pasien tanpa gejala atau dengan gejala ringan.
Antibiotik hanya dianjurkan penggunaannya pada pasien dengan gejala sedang, berat, dan kritis.
Penggunaan ini untuk mencegah kemungkinan terjadinya infeksi bakteri pada pasien tersebut.
Sel Punca Mesenkimal
Sel punca atau stem cell memiliki potensi untuk menyeimbangkan proses inflamasi pada pasien dengan gejala ARDS.
Sel punca mesenkimal berfungsi sebagai imunoregulasi yang mampu mengontrol peradangan dan mampu memperbaiki kerusakan sel.
Beberapa penelitian menunjukkan terapi sel punca mampu meningkatkan harapan hidup pada pasien Covid-19 dengan gejala berat dan kritis.
• Penciuman Mendadak Hilang Apakah Covid-19? Berikut 5 Bahan Alami untuk Atasi Anosmia
Intravenous Immunoglobulin (IVIG)
IVIG merupakan salah satu kandungan dari plasma darah yang bisa memberikan proteksi imun terhadap berbagai macam patogen yang bisa masuk ke dalam tubuh manusia.
N-Asetilsistein
N-Asetilsistein selama ini digunakan sebagai obat mukolitik. Namun, obat ini mengandung sifat antioksidan yang dapat bermanfaat sebagai terapi Covid-19.
Seperti yang telah diketahui, infeksi ini menyebabkan ketidakseimbangan oksidan dan antioksidan yang mengakibatkan inflamasi di dalam tubuh.
Itu dia beberapa pilihan terapi Covid-19 selain plasma konvalesen.
Penggunaan berbagai terapi tambahan ini harus sesuai dengan rekomendasi dokter dengan melihat tingkat keparahan gejala pasien. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/cara-klaim-paket-obat-gratis-covid-19-pasien-isolasi-mandiri-dan-cara-daftar-di-layanan-telemedicine.jpg)