Breaking News:

Menlu AS Antony J. Blinken Serukan Pemerintah-pemerintah Bergabung Tangani Perdagangan Orang

Antony J. Blinken menyerukan pemerintah-pemerintah bergabung dengan Amerika Serikat meningkatkan upaya bersama dalam menangani perdagangan orang

Penulis: Stefanus Akim | Editor: Stefanus Akim
IST/US Embassy in Jakarta
MENTERI Luar Negeri Amerika Serikat (AS) Antony J. Blinken, dalam satu kesempatan. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, JAKARTA - Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS) Antony J. Blinken menyerukan kepada pemerintah-pemerintah untuk bergabung dengan Amerika Serikat meningkatkan upaya bersama dalam menangani perdagangan orang secara komprehensif.

Dalam keterangan tertulis yang dikirim Kantor Urusan Pemantauan dan Pemberantasan Perdagangan Orang Departemen Luar Negeri AS ke redaksi Tribun Pontianak disebutkan, Laporan Perdagangan Orang (TIP Report) tahun ini mengirimkan pesan yang kuat kepada dunia bahwa krisis global, seperti pandemi COVID-19, perubahan ikilm, dan kebijakan serta praktik diskriminatif yang tak berkesudahan, memiliki efek yang tidak proporsional pada para individu yang telah ditindas oleh praktik ketidakadilan lainnya.

Tantangan ini semakin memperumit kerentanan yang telah ada terkait eksploitasi, termasuk perdagangan orang. Kita harus memutus siklus diskriminasi dan ketidakadilan yang tidak manusiawi ini apabila kita berharap suatu hari dapat menghapus perdagangan orang.

Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS) Antony J. Blinken dalam keterangan tertulis menyebutkan, Departemen Luar Negeri AS berusaha keras untuk memajukan keamanan, kemakmuran, dan nilai-nilai yang dimiliki oleh warga AS di seluruh dunia.

“Kami tahu peristiwa baru-baru ini telah membuat negara kami bergulat dengan perlakuan yang tidak setara dan rasisme di dalam negeri yang telah bergema ke seluruh dunia. Sebagai pemerintah dan masyarakat, kami berusaha untuk memperbaiki kesalahan masa lalu dan memajukan kesetaraan ras di Amerika Serikat dan di luar negeri. Kami berkomitmen untuk membawa dedikasi ini dalam upaya kami untuk memerangi perdagangan orang juga,” Antony J. Blinken, Kamis, 1 Juli 2021.

Antony J. Blinken menyebutkan, “Kami akan berusaha memanfaatkan program kami sepanjang tahun dengan pemerintah, advokat, pegiat, dan sektor swasta untuk membangun strategi anti-perdagangan orang yang lebih efektif yang berakar pada kesetaraan. Hal ini harus mencakup menerima bahwa kita telah turut melanggengkan kekerasan dan tindakan yang tidak manusiawi, dan kita harus bekerja untuk memperbaiki kesalahan masa lalu ini.”

Lebih jauh Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS) Antony J. Blinken menuturkan, Diskriminasi yang sistemik menciptakan ketidaksetaraan antar komunitas, baik diskriminasi yang menargetkan persepsi ras, etnis, orientasi seksual dan identitas gender, maupun identitas sosial lainnya. Hal ini memanifestasikan pengucilan masyarakat dan prasangka terhadap komunitas tersebut, yang membantu melanggengkan ketidakseimbangan kesempatan dan dukungan.

Dikatakan oleh Antony J. Blinken, ketidaksetaraan ini melemahkan tujuan kita memerangi perdagangan orang dan membuat pelaku menjadi lebih berani. Kita telah melihat, misalnya, seberapa dalam tindakan bias dan stereotip rasial yang dipegang secara tidak tepat memengaruhi hasil bagi mereka yang berada dalam sistem peradilan pidana kita, karena hal itu mengarah pada asumsi yang berbeda secara rasial tentang siapa yang diidentifikasi sebagai pelaku perdagangan orang dan siapa yang diidentifikasi sebagai korban. Hal ini bukanlah kebenaran baru, tetapi merupakan kenyataan yang suram dan tidak dapat diterima.

“Melalui laporan ini, kami menyerukan kepada pemerintah-pemerintah untuk bergabung dengan Amerika Serikat untuk meningkatkan upaya bersama dalam menangani perdagangan orang secara komprehensif. Upaya ini mengharuskan kita untuk mengurangi praktik dan kebijakan berbahaya yang menyebabkan kerentanan sosial ekonomi atau politik, yang sering dimanfaatkan oleh pelaku perdagangan manusia,” kata Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS) Antony J. Blinken.

Antony J. Blinken menambahkan, sebagian dari pekerjaan ini mengharuskan kita untuk mengakui bahwa kita tidak akan pernah dapat memahami secara utuh apa yang dibutuhkan tanpa keahlian dari mereka yang terkena dampak ketidaksetaraan sistemis. Representasi dan keragaman pengalaman dan pemikiran merupakan hal yang penting. Oleh karena itu, pemerintah-pemerintah, termasuk pemerintah Amerika Serikat, harus mengembangkan lingkungan inklusif yang memungkinkan terciptanya tenaga kerja yang beragam dan berkembang di semua tingkatan.

“Saya pernah mengatakan sebelumnya, bahwa membangun “persatuan yang lebih sempurna” mencakup pengakuan terhadap ketidaksempurnaan kita dan juga komitmen untuk menuju kemajuan dengan cara yang transparan. Saya percaya bahwa itu berlaku dalam konteks ini. Saya menantikan pekerjaan di depan, karena saya tahu bahwa masih ada banyak yang harus diselesaikan, dan kita akan lebih sukses jika kita bekerja sama untuk mencapai tujuan memerangi perdagangan orang dan menciptakan dunia yang lebih adil dan setara,” kata Antony J. Blinken.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved