Breaking News:

Dua Kota di Kalbar Zona Merah Penyebaran COVID-19, Okupansi RS Picu Kota Singkawang Jadi Zona Merah

Berdasarkan rilis resmi dari Dinas Komunikasi dan Informasi Kota Singkawang, kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di Kota Singkawang per Senin 5 Juli

Editor: Hamdan Darsani
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ANGGITA PUTRI
Kadiskes Kalbar, Harisson saat diwawancarai di Ruang kerjanya, Selasa 29 Juni 2021. 

“Seperti kasus yang terjadi pada usia muda banyak ditemukan kasus OTG tapi akan berbahaya kalau ada keluarganya yang ada komorbid dan berusia lansia yang bisa menyebabkan kematian,”tegasnya.

Mengapa Singkawang Zona Merah Covid, Kadiskes Kalbar Harisson Ungkap Penyebabnya

Dari 49 sampel yang ditelah dikirim oleh Lahoratorium dikatakannya Menkes sudah memberikan jawaban bahwa tidak ditemukan Varian mutasi virus yang menjadi perhatian atau variant of content.

“Jadi tidak terdapat mutasi dari variant of consent. Kita masih aman untuk itu pelaksanaan pengetatan dilakukan di Bandara dengan harus swab PCR yang terus dilaksanakan dan ditingkatkan maupun di PLBN,”jelasnya.

Harisson mengatakan pengetatan yang dilakukan oada jalur masuk Kalbar sebagai upaya untuk memfilter jangan sampai ada orang yang membawa virus misalnya dari varian Inggris dan India masuk ke Kalbar ataupun varian virus lainnya yang bisa menyebabkan angka keterjangkitan tinggi.

Antisipasi lainnya sekarang selain di Bandara juga dilakukan di jalur Darat antar Kalteng dan Ketapang, lalu Kalteng dan Melawi, serta tergadap PMI di PLBN yang masuk ke Kalbar harus melalui proses Karantina setelah PCR Negatif dua kali baru boleh pulang.

Selain itu, Satgas Provinsi Kalbar juga terus melakukan vaksinasi massal untuk mempercepat cakupan vaksinasi sehingga dapat menekan angka keterjangkitan virus corona. (*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved