Breaking News:

Miliki Nilai Jual Tinggi, Meranti Tumbuh Setiap Tahun Satu Centimeter

"Kalau untuk panen kayu Meranti itu harus di usia 40 tahun ke atas dan itu pun harus ada pergantiannya setiap kayu itu di tebang.," katanya pada Tribu

Penulis: Hadi Sudirmansyah | Editor: Rivaldi Ade Musliadi
TRIBUNPONTIANAK/ISTIMEWA
Barang bukti kayu ilegal tak berdokumen sebanyak 144 batang jenis Meranti dan Rimba campuran di markas SPORC 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Terkait diamankannya ratusan batang kayu tak berdokumen jenis Meranti dan Rimba campuran, Dekan Fakultas Kehutanan Untan Prof H Gst Hardiansyah sebut kayu tersebut memiliki nilai ekonomi tinggi.

Menurutnya Kayu Meranti itu jenis rimba yang pertumbuhannya satu centimeter setiap tahun dan butuh 40 tahun kayu Meranti baru di perkenankan untuk di panen.

"Kalau untuk panen kayu Meranti itu harus di usia 40 tahun ke atas dan itu pun harus ada pergantiannya setiap kayu itu di tebang.," katanya pada Tribun pontianak Jumat 2 Juli 2021.

Tim Operasi SPORC Amankan Ratusan Batang Meranti Ilegal asal Kapuas Hulu

Untuk nilai ekonomi kayu Meranti itu perkubik itu sekitar Rp 1-2 juta, kalau jenis bentangor itu lebih dari Rp 3 juta perkubik.

Kayu Meranti merupakan kayu yang di peruntukkan kebutuhan Meubler karena memiliki karakter khusus, maka bernilai ekonomis cukup tinggi.

Dirinya mengapresiasi kesigapan aparat SPORC dalam mengawasi hutan dari tangan pembalak liar, maka dirinya mengharapkan pelaku pembalak liar ini dapat diberikan tindak tegas sesuai proses hukum dan perundang-undangan. (*)

(Simak berita terbaru dari Pontianak)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved