Breaking News:

Ketua Komisi V DPRD Provinsi Kalbar Ingatkan Dinkes Siapkan Sarana Prasana Jika Ada Lonjakan Covid

Kami sudah melakukan rapat kerja lintas komisi dan fraksi dengan Dinkes Provinsi Kalbar, menyangkut masalah vaksin, target-targetnya juga belum ada

Penulis: Ridho Panji Pradana | Editor: Try Juliansyah
TRIBUNPONTIANAK/ISTIMEWA
Anggota DPRD Provinsi Kalimantan Barat Edy R Yacoub 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Ketua Komisi V DPRD Provinsi Kalbar, Edy R Yacoub menyambut baik program vaksinasi yang digencarkan pemerintah.

Terlebih kata politisi Golkar ini, antusiasme masyarakat untuk vaksin juga sangat tinggi.

"Tentang vaksinkan memang kebijakan yang telah diambil pemerintah, artinya sejauh ini memerlukan pemahaman dan partisipasi masyarakat. Saat vaksinasi dibuka secara terbuka ditempat umum, ternyata masyarakat sangat antusias, antrenya panjang, berarti masyarakat begitu sadar pentingnya vaksinasi ini," ujarnya, Sabtu 3 Juli 2021.

Namun ia berharap program yang diharapkan mengajak masyarakat secara sadar tidak menimbulkan polemik dengan diberikan sanksi bagi yang tidak vaksin.

Berikut Lokasi Empat Pos Sentra Vaksinasi Massal yang Disediakan Dinkes Kota Pontianak

"Sejauh ini, jika pemerintah tidak ada memberikan sanksi kepada orang yang tidak bersedia divaksin karena beberapa faktor, pemerintah daerah juga semestinya jangan mengambil kebijakan sendiri. Mungkin orang tidak mau divaksin karena ada penyakit bawaan atau lainnya yang memang tidak diperkenankan," ujarnya.

"Jadi jika ada sanksi karena tidak vaksin saya pikir tidak juga bisa seperti itu. Kita masih mengharapkan partisipasi dan simpati masyarakat, tidak ada unsur penekanan, karena jika ada sanksi maka ada unsur penekanan, bahayanya nanti masyarakat antipati," timpal Edy.

Mengenai target vaksinasi di Kalbar, Edy mengungkapkan DPRD telah menggelar rapat. Pada prinsipnya bersama eksekutif pihaknya mengikuti arahan dan target sesuai pemerintah pusat.

"Kami sudah melakukan rapat kerja lintas komisi dan fraksi dengan Dinkes Provinsi Kalbar, menyangkut masalah vaksin, target-targetnya juga belum ada, pemda saya rasa mengikuti kebijakan pemerintah pusat," ujarnya.

Walaupun begitu, legislator dapil Singkawang-Bengkayang mewanti-wanti pihak dinas terkait mengantisipasi jika ada lonjakan.

"Yang menjadi prioritas sekarangkan pelayanan di Rumah Sakit. Kita di DPRD melihat bahwa kapasitas antara yang terpapar dengan tenaga para medis tidak mencukupi, saya di DPRD menyampaikan jika pemprov kalau hal ini Dinkes Provinsi Kalbar harus melihat fenomena ini, jika terus meningkat harus menyiapkan tempat-tempat penampungan, sehingga ketika terjadi lonjakan tidak ada kebingungan, begitu juga dengan alat kesehatan seperti oksigen, harus dikontrol kesiapan dan stoknya karena penyakit ini menyerang saluran pernafasan," tutupnya. (*)

(Simak berita terbaru dari Pontianak)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved